Selasa, 16 Oktober 2018

INGIN RESTORAN UNTUNG MALAH RUGI, ANDA SALAH TARGET? | KONSULTAN RESTORAN JAKARTA

KONSULTAN RESTORAN JAKARTA


Konsultan, +62 822-3332-2799, Konsultan Restoran 2019 terpercaya, Konsultan Restoran Jakarta.



Konsultan restoran, bisnis restoran, usaha restoran, iklan restoran, restoran jawa, restoran jakarta, peluang usaha restoran



menentukan target pelanggan - Kesalahan segmentasi juga bisa dilihat dalam dunia food & beverage (F&B). Banyak perusahaan F&B skala kecil – menengah yang sebenarnya cukup berpeluang masuk ke segmen premium karena kualitas produknya bagus, akan tetapi mereka malah memilih untuk bermain di segmen bawah (komoditi) yang sangat ketat persaingannya sehingga tidak bertumbuh. Kebanyakan perusahaan-perusahaan kelas menengah, terutama yang lokal, seringkali tidak mempunyai segmentasi yang jelas. Dengan demikian, positioning dan targeting-nya juga jadi tidak jelas.






Meneliti kesalahan dalam segmentasi memang tidak mudah. Kesalahan tersebut seringkali tidak terlihat dari luar. Orang-orang merasa lebih mudah mendeteksi kesalahan dalam targeting. Segmentasi dan targeting memang “satu paket” – hampir sama tetapi ada bedanya. Segmentasi itu adalah bagaimana memetakan/mem-plot-nya. Jadi kalau segmentasinya salah, maka targeting-nya biasanya pasti akan salah. Tetapi kalau segmentasinya benar, belum tentu targeting-nya pun benar.




Jelas bahwa kesalahan dalam segmentasi sangatlah berbahaya. Dampaknya tidak hanya merembet para targeting, tetapi juga bisa berakibat fatal pada seluruh strategi dan taktik yang dijalankan perusahaan.



Kesalahan segmentasi berpangkal dari kurangnya informasi pasar. Akibatnya, pengelompokkan konsumen tidak sesuai dengan kondisi pasar yang sesungguhnya. Setiap pasar itu unik, sebab konsumen yang satu pasti berbeda dengan yang lainnya. Tidak ada pasar yang benar-benar homogen. Hanya saja dalam dunia pemasaran, jumlah konsumen yang sangat banyak ini tidak mungkin “dipotret” satu per satu. Maka mereka lalu disederhanakan. Konsumen yang mempunyai karakteristik sama dikelompokkan dalam satu segmen pasar (segmentasi).



Dalam teori, ada beberapa metode yang biasa dipakai untuk melakukan segmentasi pasar, antara lain segmentasi berdasarkan demografis, geografis, psikografis, perilaku dan manfaat. Akhir-akhir ini, para pemasar mulai menggunakan “loyalty segmentation” dengan memberi perhatian besar pada pelanggan yang loyal dan lebih memberikan profit ketimbang pelanggan yang lain.



Fokus pada pasar yang tidak memadai di atas umumnya disebabkan kurang mampunya mengidentifikasi segmen pasar dan buruknya prioritisasi segmen pasar. Pada kasus toko pakaian di atas, si pemilik toko sudah melakukan segmentasi pasar, tapi fokusnya tidak benar. Seharusnya ia memakai pendekatan/variabel perilaku, tetapi dia masih menggunakan pendekatan/variabel demografis. Karena itu, Kotler menyarankan agar pemasar menggunakan teknik-teknik segmentasi lebih canggih seperti benefit segmentation, value segmentation, dan loyalty segmentation.



Namun ada anggapan bahwa STP adalah masalah basic. Maka naif sekali jika perusahaan besar sampai bisa melakukan kesalahan di sini. Tetapi kenyataannya, kesalahan dalam segmentasi itu adalah lumrah. Contoh yang paling sering terjadi adalah segmennya terlalu tinggi atau terlalu rendah.



Kita bisa melihat kegagalan Galeria Matahari yang salah satu disebabkan karena kesalahan menyasar segmen.Katanya kesalahan Galeria ini ada dua. Pertama, karena memang namanya Matahari, maka tidak bisa “didongkrak” ke atas. Kedua, kemungkinan besar karena manajemen tidak mempunyai kapabilitas internal atau kemampuan yang pas untuk melayani segmen premium. Ini adalah contoh segmentasi yang tidak pas.



Selain itu, di industri farmasi, banyak pula perusahaan farmasi kecil yang tidak bertumbuh karena targeting-nya “itu-itu” saja, yaitu segmen kelas bawah yang berdaya beli rendah. Targeting ini menyebabkan bisnis mereka tidak berkembang. Padahal kalau segmentasinya diperbaiki, mereka akan bisa lebih berkembang.



Kesalahan-kesalahan segmentasi ini intinya disebabkan karena kurangnya informasi pasar. Pengamat ritel Handaka Santosa memandang perlunya riset mengenai produk yang akan diluncurkan dan riset tentang kemajemukan konsumen. Ketepatan memilih segmen dan hal-hal yang berkaitan dengan segmen yang akan kita tuju adalah penting.



Problem terbesar di Indonesia, adalah banyaknya perusahaan yang seringkali membuat keputusan didasari atas informasi yang tidak cukup. Para pemasar harus mampu melihat struktur industrinya untuk menghindari kesalahan segmentasi tersebut. Mereka harus melakukan studi pasar, memanfaatkan riset dan melakukan marketing intelligent agar tahu persis pasarnya seperti apa.


Definisi segmentasi pasar
Lantas, apa sebenarnya segmentasi pasar? Dalam gambaran yang paling sederhana, segmentasi pasar adalah pembagian pasar sesuai dengan kesamaan, kemiripan, serta kekerabatan dalam satu segmen. Semua anggota segmen pasti memiliki satu kesamaan. Tujuan adanya segmentasi pasar, seperti yang diungkap di atas, adalah sebagai upaya untuk memusatkan tenaga serta energi marketing ke segmentasi pasar tertentu sehingga dapat menumbuhkan keuntungan yang kompetitif terhadap segmen tersebut.



Manfaat penerapan segmentasi pasar untuk bisnis Anda
Segmentasi pasar tentunya memiliki manfaat-manfaat tertentu untuk bisnis Anda. Berikut ini adalah beberapa manfaat penerapan segmentasi pasar untuk bisnis Anda.



Informasi yang lebih jelas: 
Anda tidak perlu menebak-nebak, tidak perlu lagi membuat planning berdasarkan opini dari banyak orang, juga tidak perlu lagi meramalkan kemungkinan motivasi berdasarkan demografi. Pasalnya, semua informasi yang dibutuhkan sudah ada di depan Anda karena segmentasi pasar Anda telah teratur dengan baik.



Proses yang lebih efektif: 
Anda akan memiliki peta motivasi sendiri yang dibuat berdasarkan ketertarikan target Anda, motivasi mereka, kondisi demografis, hingga kebiasaan belanja mereka. Dengan demikian, Anda mampu menghemat waktu dan uang untuk merencanakan strategi pemasaran Anda.

Kerja lebih mudah: 
Sudah tidak zamannya lagi melakukan email blasting untuk mencari market Anda. Marketing yang tertarget merupakan marketing yang terbaik. Bila ditambah dengan segmentasi pasar, Anda akan semakin percaya diri untuk menawarkan produk yang pasti akan dilihat oleh target market Anda.

Hasil yang lebih baik: 
Bersenjatakan pengetahuan yang lebih baik tentang motivasi target market Anda, tentunya Anda akan mendapatkan hasil yang lebih baik tanpa menyia-nyiakan tenaga untuk melakukan strategi yang kurang cocok untuk target market Anda.



Cara menentukan segmentasi pasar

Setelah paham apa itu segmentasi pasar, manfaatnya, serta apa saja tipe segmentasi pasar, penting bagi Anda untuk mengetahui bagaimana cara menentukan segmentasi pasar. Berikut ini adalah langkah-langkah efektif dalam menentukan segmentasi pasar yang cocok untuk usaha Anda.

1. Tentukan target market Anda – Anda harus memiliki daftar siapa-siapa saja yang harus masuk ke segmen yang sama. Pastikan semua orang dalam segmen tersebut memiliki hal yang serupa. Laki-laki dan perempuan tidak bisa digabung jadi satu karena kebutuhan serta ekspektasi keduanya berbeda satu sama lain.


2. Tentukan ekspektasi dari segmentasi pasar – Bila telah ditentukan target marketnya, yang Anda harus lakukan selanjutnya adalah mencari tahu kebutuhan target market Anda, lalu cocokkan dengan keunggulan produk Anda.
Buatlah subgroup – Untuk semakin mempersempit target market, ada baiknya apabila Anda menentukan subgroup untuk hasil yang lebih efektif.


3. Review kembali kebutuhan target market Anda – penting bagi Anda untuk kembali menilik ulang kebutuhan serta ketertarikan target market Anda di setiap segmen dan sub-segmen. Bila ada yang tidak cocok, sesuaikan kembali.
Namai segmen pasar Anda – Hal ini bertujuan agar Anda dapat dengan mudah mengimplementasikan strategi Anda di setiap segmentasi pasar yang Anda buat sebelumnya.


4. Tentukan strategi pemasaran – Setiap segmen pasti punya strategi pemasaran yang berbeda-beda. Anda tidak bisa menggunakan strategi yang sama terhadap segmen pasar yang berbeda. Pastikan ada hubungan antara produk Anda dengan target pasar.


5. Review respon target pasar – Secara berkala, review ulang kebiasaan dan respon pasar terhadap strategi pemasaran Anda. Pelajari kembali apa yang salah serta ikuti alurnya. Jangan hanya berdiam dengan satu strategi pemasaran saja.


6. Ukur besar target market Anda – Sangat penting untuk mengetahui besar target market Anda. Kumpulkan juga data-data yang penting seperti kebiasaan dan ketertarikan target market Anda. Data-data ini akan berguna untuk perencanaan dan prakiraan penjualan di masa depan.



Anda memiliki Bisnis Restoran? susah mendapatkan Pelanggan? merasa ada yang ganjil dengan Perkembangan Bisnis Restoran Anda sehingga mengalami penurunan? bingung mau berkonsultasi dimana?





Mengapa memilih Konsultan.co ? Berpengalaman dan teruji! Konsultan.co telah berkontribusi dan memberi solusi nyata, melalui banyak tekanan, problem dan permasalahan yang dihadapi oleh banyak perusahaan besar dan kecil serta lebih dari 1000 startup yang telah kami pandu pada 4 tahun terakhir ini. karena itu Konsultan.co mampu dan mudah dalam melihat celah, trouble shooting, dan sejenisnya pada perusahaan client. Team andal dan cepat & terpadu! Dana Bersahabat! dan Berkualitas!




Industri yang kami layani :


>>> Retail / Ritel : Segala jenis toko ; Toko Buku, Toko Bangunan, Minimarket, Supermarket, Hypermarket, Toko Buah, Toko Obat / Apotik, Baby Shop, Pet Shop, Toko Roti / Bakery, Dll.

>>> Manufacture / Pabrik : Segala Jenis Pabrik ; Pabrik Makanan & Minuman, Pabrik Plastik, Pabrik Kertas, Dll.

>>> Service : Hotel, Restoran, Printing, Cafe, FnB, F & B, Laundry, Wedding, Fashion Design, Barber Shop, Dll.

>>> Start Up : Segala Jenis Industri.








Juga Melayani :



>> Pelatihan Usaha / Bisnis / Perusahaan mentoring / Konsultasi (Group Private)



>> Pembuatan Logo, Tagline Perusahaan



>> Pembuatan dan Pelatihan Bisnis Plan



>> Pembuatan Design Company Profille



>> Pembuatan Design Catalog



>> Branding, Product/Jasa review













Konsultan.co

The Future Of..

Indonesia Business Growth











& Integrated Business Strategy

Tidak ada komentar:

Posting Komentar