Rabu, 11 Juli 2018

Konsultan Manajemen | Peluang Hobi Bisa Jadi Bisnis

KONSULTAN MANAJEMEN


Terbaik, +62 822-3332-2799, Konsultan Manajemen Surabaya.


Konsultan Manajemen Bisnis, Konsultan Manajemen Surabaya, Konsultan Manajemen Jakarta, Konsultan Manajemen Risiko, Konsultan Manajemen Indonesia,


Peluang Hobi Bisa Menjadi Bisnis - Dalam memulai suatu bisnis kita harus memiliki skill dan berpengalaman. Untuk menunjang bisnis kita harus menyukai bisnis itu atau yang kita lakukan itu sesuai passion yang kita inginkan. 


Banyak hal yang bisa Anda jadikan ide usaha ketika Anda bisa melihat dengan cermat apa yang ada di sekitar Anda, salah satunya melalui hobi Anda sendiri. Anda tentu mempunyai hobi, bukan?









Hobi merupakan salah suatu kegiatan yang disukai seseorang, semua orang tentu memiliki hobi, termasuk Anda mulai dari hal yang berkaitan dengan olahraga, seni, musik, memasak, menulis, membaca buku, dan lainnya.

Beberapa orang terkadang memiliki hobi yang unik dan lain dari biasanya, bahkan hobi tersebut pun akhirnya dapat menghasilkan uang. Lalu apa salahnya mengubah hobi Anda menjadi bisnis? Sama sekali tidak ada salahnya, justru menjadikan hobi sebagai bisnis sudah membantu Anda untuk menemukan ide dan membuka peluang usaha baru.

bagaimana caranya untuk membuat Hobi Anda menjadi bisnis yang menguntungkan? Berikut penjelasannya.


1.  Tentukan Hobi Anda

     Lakukanlah beberapa survey kecil-kecilan, khusus untuk Anda yang masih bingung dengan hobinya sendiri. Carilah apa hobi yang sebenarnya Anda sukai, bisa membuat Anda merasa nyaman dan menyenangkan, atau kegiatan seperti apa yang membuat Anda rela untuk membayar demi melakukan hal tersebut.



Setelah Anda bisa menjawab pertanyaan tersebut, pastikan hobi yang Anda sukai tersebut berpotensi untuk mendatangkan pemasukan atau pundi-pundi rupiah bagi Anda.

2. Tekuni Hobi yang Anda Minati

     Cara ini mungkin menjadi salah satu cara paling mudah yang bisa Anda lakukan untuk menghasilkan keuntungan dari hobi Anda sendiri. Misalnya, ketika Anda memiliki hobi seperti bermain musik, melukis, ataupun kegiatan lainnya yang berupa keterampilan dan keahlian, Anda bisa membuka sebuah tempat kursus atau pelatihan dari hobi yang Anda sukai tersebut.

Jika Anda belum terlalu berani untuk membuka kelas umum, Anda bisa membuat kelas kursus untuk anak-anak sekolah atau teman-teman Anda saja.

3.  Susun Strategi Untuk Memulai Bisnis

      Dalam mengubah hobi menjadi salah satu mesin pencetak uang untuk bisnis Anda berarti harus menyusun sebuah perencanaan untuk keberhasilannya. Rencana ini jelas harus dirancang sejak dini dan mulailah dari hal-hal yang kecil terlebih dahulu.memulai menguangkan hobi Anda melalui kerja paruh waktu dan kemudian secara bertahap beralih ke pekerjaan penuh waktu, karena itulah yang dilakukan olehnya.



Isilah semua waktu yang tersedia di malam hari dan akhir pekan bersama siswa dan tabunglah uang yang Anda hasilkan, tanpa menghabiskan satu sen sekalipun \


Setelah Anda menghemat uang yang cukup untuk menanggung biaya operasional mulai dari empat hingga enam bulan, Anda bisa berhenti dari pekerjaan utama Anda dan bangunlah bisnis kursus gitar milik Anda lebih jauh lagi

4. Tentuka Target Pasar yang Anda Inginkan

     Kenali dengan baik target pasar yang ingin Anda dapatkan. Setelah memilih hobi yang paling berpotensi, tentunya Anda sudah memahami betul apa yang konsumen sukai dan tidak sukai. Manfaatkan pengetahuan Anda tersebut untuk membantu Anda menentukan target pasar Anda.




Misalnya sebagai contoh, Anda memiliki hobi pada bidang fashion, berarti Anda harus memahami lebih dalam mengenai perkembangan pasar fashion di sekitar Anda. Mulai dari trend apa yang sedang berkembang, mana gaya fashion yang sedang dicari oleh para penggemar fashion, siapakah target pelanggan Anda, aksesoris fashion mana yang sudah tidak diminati oleh para konsumen, dan juga lainnya.

Jika Anda sudah menentukan target pasar dengan tepat, tentunya data yang sudah Anda kerjakan tersebut dapat menjadi bahan pertimbangan Anda untuk mengembangkan bisnis Anda selanjutnya. Pastikan pula Anda tidak melewatkan dukungan teknis lainnya seperti teknik pemasaran dan teknik-teknik lain yang perlu Anda kuasai untuk bisnis tersebut.

5.  Carilah Seorang Pelanggan Untuk Meyakinkan Produk/Jasa Anda

     Di zaman yang sudah modern ini tentunya kehadiran internet memang sudah memudahkan kegiatan bisnis dari celah manapun, namun bukan berarti bisnis yang terjadi dari mulut ke mulut dan jaringan sudah tidak berlaku sama sekali. Meskipun terdengar kuno, tetapi cara ini merupakan salah satu alternatif yang cukup ampuh untuk memasarkan produk pertama dari hobi Anda.



Temukan klub, konferensi, dan kelompok professional khusus lainnya yang dapat membantu Anda di dalam dunia pemasaran. Anda bisa belajar banyak tentang pengalaman dan mendapatkan kesempatan untuk bergaul dengan para pengusaha yang sudah berhasil sebelumnya melalui sebuah jaringan kelompok bisnis.

Sangat menguntungkan, bukan? Anda juga bisa perlahan-lahan memulai untuk membangun sebuah komunitas atau jaringan dengan cara mempromosikan diri Anda pada komunitas yang berhubungan dengan hobi Anda.

Misalnya, jika Anda memiliki hobi untuk melakukan modifikasi motor, maka masuklah ke dalam sebuah komunitas pecinta modifikasi, pelajarilah hal-hal yang Anda dapatkan di komunitas tersebut dan bangunlah komunitas serupa milik Anda sendiri. Selain dapat membantu Anda menjaring pelanggan, komunitas atau jaringan ini juga memiliki peran untuk memperluas jaringan dan jangkauan bisnis Anda.


      

Industri yang kami layani : 






>>> Retail / Ritel : Segala jenis toko ; Toko Buku, Toko Bangunan, Minimarket, Supermarket, Hypermarket, Toko Buah, Toko Obat / Apotik, Baby Shop, Pet Shop, Toko Roti / Bakery, Dll. 

>>> Manufacture / Pabrik : Segala Jenis Pabrik ; Pabrik Makanan & Minuman, Pabrik Plastik, Pabrik Kertas, Dll.

>>> Service : Hotel, Restoran, Printing, Cafe, FnB, F & B, Laundry, Wedding, Fashion Design, Barber Shop, Dll.

>>> Start Up : Segala Jenis Industri.










Konsultan.co



The Future Of..



Indonesia Business Growth




& Integrated Business Strategy

























Tidak ada komentar:

Posting Komentar