Langsung ke konten utama

Manajemen Hubungan Pelanggan Memiliki Pengaruh Besar, Nih Alasannya | Konsultan Manajemen Hubungan Pelanggan

KONSULTAN MANAJEMEN



Dana Yang Bersahabat, +62 813 9864-6177, Pentingnya Customer Relationship Management



Pentingnya Manajemen Hubungan Pelanggan, Pentingnya Manajemen Hubungan Pelanggan, Konsultan Bisnis dan Manajemen, Konsultan Bisnis Surabaya, Konsultan Bisnis Jakarta, Konsultan Bisnis Bali, Konsultan Manajemen



Pentingnya Customer Relationship Management - Konsumen selalu memiliki keinginan dan kebutuhan yang selalu berkembang dan berubah seiring berjalannya waktu. Adanya perubahan dalam kebutuhan dan keinginan ini sering menyebabkan perubahan juga dalam keputusan pembelian yang dilakukan konsumen, dimana perubahan ini menuntut setiap perusahaan untuk selalu dapat memiliki strategi jitu untuk membuat perusahaannya memiliki daya saing yang kuat di pasaran. Saat ini dalam hal keputusan pembelian produk maupun penggunaan jasa oleh konsumen diakui lebih selektif dan kritis. Para konsumen tidak akan secara random membeli produk hanya dengan melihat bentuk fisiknya saja, tetapi dari segi pelayanan, yang mencakup tahap sebelum pembelian dan pasca pembelian pun juga akan sangat dipertimbangkan.


Terjadinya persaingan produk yang semakin ketat serta munculnya berbagai macam produk yang memiliki keunikan dan daya saingnya masing-masing membuat para konsumen juga semakin tertarik dengan macam-macam penawaran yang mereka buat. Namun perlu diingat bahwa segala sesuatu itu ada masanya untuk mengalami kejenuhan. Seperti halnya pada produk di pasar pasti ada siklus jenuh yang mungkin sudah sering kita dengar yaitu Teori Product Life Cycle. Menurut Ricky W. Griffin (2004) Product Life Cycle (PLC) adalah suatu model yang menunjukkan bagaimana volume penjualan suatu produk dapat berubah selama siklus hidup produk tersebut. Sementara Vincent Gaspersz (2005) mengemukakan bahwa Product life cycle (PLC) yaitu siklus hidup produk terdiri dari tahap-tahap yang dilalui oleh suatu produk dari permulaan sampai akhir. Adapun tahapan-tahapan dalam PLC menurut Hoque and James (2000), yaitu tahap Introduction. Dimana produk mulai dilauncing, penjualan produk masih rendah, dan harga produk tinggi. Kemudian Growth, yaitu tahap dimana penjualan produk meningkat secara cepat karena banyaknya promosi yang dilakukan sehingga kesadaran konsumen meningkat. Lalu tahap Maturity dimana penjualan produk sudah mencapai puncaknya dan yang terakhir yaitu Decline, adalah penjualan produk yang semakin menurun. Begitu juga halnya jika dikaitkan dengan produk yang ada di pasaran meskipun dibuat se-inovatif mungkin tetapi jika sudah melampaui titik jenuh pasti akan berkurang pula minat konsumen pada produk tersebut.

Tetapi prinsip yang harus dipegang kuat bahwa pelanggan merupakan penentu sukses tidaknya suatu organisasi bisnis dan tanpa pelanggan pula tidak mungkin bisa terbentuk sebuah bisnis. Adanya teori Product Life Cycle dapat diatasi oleh para pebisnis / pengusaha salah satunya dengan membentuk relasi dengan para pelanggannya atau yang biasa dikenal dengan sebutan Customer Relationship Management (CRM) dalam ilmu pemasaran.

Menurut Buttle (2007:48) Customer Relationship Management (CRM) adalah strategi inti dalam bisnis yang mengintegrasikan proses-proses dan fungsi-fungsi internal dengan semua jaringan eksternal untuk menciptakan serta mewujudkan nilai bagi para konsumen sasaran secara profitabel”. Sedangkan menurut

Temporal dan Troot (2002:7) berpendapat bahwa “CRM pada intinya merupakan kolaborasi dengan setiap konsumen yang mampu menciptakan keadaan yang tidak merugikan salah satu pihak. Kemudian menurut Kotler & Keller (2009:189) “Customer Relationship Management merupakan proses mengelola informasi rinci tentang masing-masing pelanggan dan secara cermat mengelola semua “titik sentuhan” pelanggan demi memaksimalkan kesetiaan pelanggan”. Intinya adalah bagaimana membangun kesetiaan pelanggan terhadap produk yang kita buat, terus berupaya untuk memotivasi pelanggan, dan meminimalisir anggapan bahwa perusahaaan bukan lagi berorientasi pada produk (product-oriented) tetapi telah berorientasi pada pelanggan (customer-oriented).

Seringkali kita dengar dan lihat terdapat ucapan “mempertahankan lebih sulit daripada meraih. Sama halnya dengan konsep CRM, yaitu mempertahankan pelanggan lebih sulit daripada mendapatkan mereka untuk pertama kalinya. Maka, perusahaan harus bisa memikirkan bagaimana cara untuk mempertahankan pelanggannya agar tingkat kehilangan pelanggan mereka kecil. Untuk mempertahankan pelanggan diperlukan suatu manajemen hubungan Pelanggan yang baik dan berkesinambungan. Metode yang dapat dilakukan untuk berupaya membina hubungan baik dengan pelanggan dalam rangka mencuri hati pelanggan adalah dengan cara menyediakan produk yang memiliki kualitas lebih baik, harga yang lebih murah dibandingkan produk lain yang sejenis, waktu penyerahan yang lebih cepat, dan pelayanan yang lebih baik pula. Misalnya saja dengan memberikan voucher potongan pembelian, member card, memberikan giftset bagi konsumen yang sering berbelanja di toko mereka, dll. Dengan kata lain, perusahaan harus mampu menjadi pihak deliver values kepada pelanggannya dengan lebih baik jika dibandingkan dengan para pesaingnya serta selalu menjadi agent of maintenance bagi para pelanggan mereka.



Segera Hubungi Kami Untuk Mewujudkan Bisnis Yang Anda Inginkan dan Ubah Bisnismu Sekarang Menjadi Lebih Maju dengan Kami! 



Industri yang kami layani :


>>> Retail / Ritel : Segala jenis toko ; Toko Buku, Toko Bangunan, Minimarket, Supermarket, Hypermarket, Toko Buah, Toko Obat / Apotik, Baby Shop, Pet Shop, Toko Roti / Bakery, Dll.


>>> Manufacture / Pabrik : Segala Jenis Pabrik ; Pabrik Makanan & Minuman, Pabrik Plastik, Pabrik Kertas, Dll.


>>> Service : Hotel, Restoran, Printing, Cafe, FnB, F & B, Laundry, Wedding, Fashion Design, Barber Shop, Dll.


>>> Start Up : Segala Jenis Industri.




Konsultan.co


The Future Of..
Indonesia Business Growth

Komentar

Postingan populer dari blog ini

COMPANY PROFILE

Contoh Layout Toko Bangunan | KONSULTAN BISNIS DAN MANAJEMEN

KONSULTAN TOKO BANGUNAN TEPERCAYA, +62 0813-9864-6177, Contoh Layout Toko Bangunan Contoh Layout Toko Bangunan, Contoh Layout Toko, Desain Layout Toko, Konsultan Bangunan Purwokerto, Konsultan Bangunan Jogja, Konsultan Bangunan Yogyakarta. Contoh Layout Toko Bangunan - Pada dasarnya, layout tempat usaha bahan bangunan relatif sederhana, yaitu ruangan pertama meliputi kantor atau ruang operasional penjualan, outlet bahan bangunan yang dipajang, kamar pengelola, gudang kecil untuk stok barang-barang pabrikan yang ringkas dan cukup bernilai seperti cat, semen dll.  Kemudian ruangan kedua berupa gudang utama yang cukup besar, dengan ruangan depannya terbuka untuk menyimpan barang-barang bahan bangunan yang memakan ruang cukup besar seperti besi, kayu balok/kaso, plywood, serta tempat beristirahat/kamar tidur para buruh, merangkap penunggu outlet bahan bangunan tersebut. Di depan ruangan toko dan gudang tersebut, tersedia lahan parkir yang cukup memadai. baca juga : In

TENTANG KAMI, KONSULTAN BISNIS DAN MANAJEMEN

TERBAIK, +62 822-3332-2799, KONSULTAN PERUSAHAAN. Konsultan Bisnis, Konsultan Manajemen, Konsultan Sistem Operasi, Konsultan Manajemen Usaha, Konsultan Bisnis Autopilot, Konsultan Manajemen Autopilot. Surabaya - Konsultan.co adalah perusahaan jasa konsultan bisnis, konsultan manajemen, pengembangan strategi perusahaan, perencanaan target jangka pendek dan jangka panjang.   1.  Perbaikan &  Pembenahan  Sistem di semua lini dan divisi, kami lakukan dari mulai proses input hingga output serta feedback dari pelanggan,  2.   Lipat Gandakan Omset Anda,  3.   Pembuatan & Perencanaan Usaha,  4.   Konsultan.co Juga memandu para pengusaha dalam m emulai Usaha,  5.   Pengembangan Usaha,  6.   Upgrade Strategi,   7.   Membuat Bisnis anda menjadi  AutoPilot,  8.   Membuat Analisa Bisnis yang mendalam secara keseluruhan,   9.   Layanan Strategic planning,  10.  Lay out strategi, Sistem Informasi,  11.  Optimasi dari sebagian dan keseluruhan proses u