Kamis, 17 Agustus 2017

JUTAAN PELUANG USAHA BARU DI INDONESIA DI TAHUN 2018 KEATAS (Jilid 1)

Jutaan peluang bisnis baru di Indonesia, dengan melihat jejak pembangunan akses jalan, kereta api, bandara, dam, energi, dan lainnya 


Membaca berita  mengenai pembangunan simpang susun semanggi di yang baru saja diresmikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersamaan dengan hari kemerdekaan RI, Kamis (17/8/2017) kemarin, menggelitik kami untuk menelusuri jejak pembangunan yang kami prediksi bakalan mampu mendobrak ekonomi Indonesia di periode-periode mendatang.

Semua infographics dan berita ini kami kumpulkan dari berita detikcom.  Mengambil 1 berita ke berita lainnya, kami coba merangkai beberapa berita dalam bentuk 1 kesatuan dengan kaitan nya terhadap pertumbuhan ekonomi dan usaha.   Dengan melihat infographics ini, anda akan melihat adanya suatu pola tertentu, yang tentunya nantinya anda bisa mengambil kesimpulan, dan cobalah untuk sedikit berfikir, kira-kira peluang apa yang bisa anda tangkap dari keseluruhan berita ini?

Rangkaian berita tersebut adalah sebagai berikut :

1. Jakarta - Peresmian Alur simpang susun semanggi (17/8/2017).




Pembangunan simpang susun ini memang bertujuan untuk mengurangi kemacetan Jakarta yang selalu dikeluhkan masyarakat.

2.  Jakarta - Mulai dikerjakan tahun 2016,  pembangunan Light Rail Transit (LRT) Jakarta koridor 1 fase 1 rute Kelapa Gading-Velodrome terus menunjukkan perkembangan yang positif. (Berita : Kamis 18 May 2017, 18:57 WIB)

Hingga pertengahan Mei 2017, progres proyek LRT koridor 1 tersebut telah mencapai 18,28%. Menurut Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Jakpro) progres tersebut telah melampaui target yang ditetapkan yakni 16,84%.



3.  Urai Kemacetan Jakarta, JORR 2 Dikebut (Berita : Kamis 13 Apr 2017, 15:19 WIB )

Jakarta - Tujuh ruas dalam rangkaian jalan tol Jakarta Outer Ring Road 2 (JORR 2) sepanjang 110 km mulai dikebut lagi. Tujuh ruas ini akan melingkari Jakarta bagian luar mulai dari Cengkareng hingga Cilincing sehingga akan menghubungkan Jakarta dengan Tangerang, Bogor, Depok dan Bekasi.

Begini rinciannya



Masih tentang Jakarta, Kali ini kami menyoroti Meikarta, oleh Lippo Group di bawah ini.

5.  Meikarta Resmi Diluncurkan, Hampir 100 Ribu Unit Terjual (Berita :Kamis 17 Aug 2017, 21:07 WIB).

 Meikarta merupakan sebuah kota terpadu berskala internasional yang dikembangkan oleh Lippo Group. Tepat pada Hari Kemerdekaan ke-72 Republik Indonesia, secara resmi Lippo Group meluncurkan Meikarta untuk diperkenalkan kepada publik.

Dalam peresmiannya, Direktur PT Lippo Karawaci Tbk Jopy Rusli mengatakan, Meikarta dibangun dengan studi yang sangat panjang.

"Kita melakukan studi ke kota metropolitan yang sudah sukses mengembangkan kotanya. Seperti New York, Tokyo, dan juga Melbourne," ujar Jopy saat grand launcing di Meikarta, Cikarang, Jawa Barat, Kamis (17/8/2017).

Pengembangan kota terpadu ini dengan studi terhadap kota maju tersebut ternyata diaplikasikan ke dalam Meikarta. Yang paling mencolok dari Meikarta ini yakni pembangunan taman kota seluas 100 hektare.

"Setiap kota hasil studi kami menunjukkan bahwa mereka memiliki taman kota yang sangat luas. Lihat saja Central Park yang berada di New York. Mereka memiliki taman yang sangat luas di tengah kota persis," kata Jopy.



Kenapa kami membeberkan tentang jakarta di awal postingan ini,  coba tengok kaitan nya, jakarta dan nilai ekonomi di berbagai daerah berikut di bawah ini.

6.  1/5 Ekonomi RI Menumpuk di Jabotabek ( berita  : Selasa 09 May 2017, 19:21 WIB)

Jakarta - Lebih dari setengah ekonomi Indonesia memang bersumber dari pulau Jawa. Akan tetapi, bila dilihat lebih jauh lagi ternyata sekitar 1/5 ekonomi Indonesia ada di kawasan Jakarta dan sekitarnya. Kata lain dari ini, artinya, per-putaran uang di seluruh indonesia, 1/5 nya ada di Jabodetabek.

Hal ini jelas menjadi kekhawatiran pemerintah, sebab menunjukkan kondisi pemerataan ekonomi yang belum mampu direalisasikan hingga sekarang.



Masih ada lagi, kali ini informasi mengenai pertumbuhan ekonomi Kuartal 1 - 2017 di indonesia, lihat dibawah ini.


7. Ekonomi RI Tumbuh 5,01% di Kuartal I-2017 (Berita : Jumat 05 May 2017, 17:31 WIB)

Ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 5,01% pada kuartal I-2017. Dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, memang lebih tinggi namun ada beberapa hal yang patut menjadi sorotan.


Bicara mengenai pertumbuhan ekonomi indonesia dari tahun ke tahun, gambar dibawah ini bisa anda cermati 

8.  Benarkah Ekonomi RI Makin Lesu? Ini Data 7 Tahun Terakhir (Berita : Senin 07 Aug 2017, 17:53 WIB)

Ekonomi Indonesia pada kuartal II-2017 hanya tumbuh 5,01% atau sama seperti kuartal sebelumnya. Dibandingkan kuartal II-2016, ekonomi Indonesia terlihat ada perlambatan. Padahal ada Lebaran yang harusnya menopang ekonomi Indonesia lebih tinggi.



Kali ini kita beralih dengan topik akses kendaraan yang ada di seluruh indonesia, dan tentunya beberapa daerah di luar Jabodetabek.  Baik itu pembangunan jalan, akses kereta api, bandara, dan lainnya.


9.  Menghidupkan Kembali Rel Kereta Warisan Belanda (Berita : Selasa 16 May 2017, 15:08 WIB)

Saat masih bernama Hindia Belanda, Indonesia setidaknya memiliki sekitar 6.500 kilometer (km) jaringan rel kereta api. Namun demikian, sampai saat, sepertiganya tidak digunakan alias mati.

Bahkan, rel-rel besi yang tersebar di Jawa dan Sumatera ini sebagian telah hilang tanpa jejak. Pemerintah siap menghidupkan kembali rel yang telah lama mati ini.



10.  Rel Kereta Aceh-Sumatera Utara 417 Km Dibangun Tahun Ini  (Selasa 18 Apr 2017, 18:53 WIB)

Aceh dan Sumatera Utara (Sumut) akan terhubung kereta api. Pembangunan rel kereta Aceh dan Sumut akan dimulai tahun ini.

Jalur kereta itu melewati Sigli-Bireun dan Lhokseumawe-Langsa-Besitang sepanjang 417,541 kilometer (km). Sekarang sudah terhubung jalur Medan-Binjai-Besitang di Sumut, dan yang baru beroperasi Medan-Binjai.

Jalur kereta tersebut melintasi 8 Kabupaten/Kota di Aceh dan 1 Kabupaten di Sumut.



11.  Dikebut Jokowi, Begini Progres Fisik Tol Trans Jawa (Berita : Senin 31 Jul 2017, 08:10 WIB)

Tol Trans Jawa menjadi salah satu bagian dari pembangunan tol sepanjang 1.000 km selama lima tahun yang ditargetkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Proyek tol sepanjang lebih dari 640 kilometer (km) yang menyambungkan Merak hingga Banyuwangi ini menelan dana sekitar Rp 44 triliun.

Sejumlah ruas yang ada dalam rangkaian Tol ini masuk dalam Perpres 3 Tahun 2016 tentang Percepatan Proyek Strategis Nasional (PSN). Ditargetkan hingga akhir 2019 mendatang, Merak hingga Banyuwangi bakal tersambung non stop dengan jaringan jalan tol.

Berdasarkan data Monitoring Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) yang diterima detikFinance, Senin (31/7/2017), sebagian besar progres pekerjaan konstruksi rata-rata telah mencapai di atas 60%. Beberapa ruas yang masih kecil progresnya seperti ruas Pemalang-Batang (29,9%), Ngawi-Kertosono (42%), Gempol-Pasuruan (45%), dan Pasuruan-Probolinggo (9%).

Namun demikian, sebagian besar ruas tersebut telah dipakai sebagai jalur fungsional pada arus mudik tahun ini lantaran pembebasan lahannya yang mendekati rampung. Sementara satu ruas sisa, Probolinggo-Banyuwangi saat ini masih dalam tahap tender. Seluruh ruas ini ditargetkan bakal rampung hingga tahun 2019 mendatang.

Berikut progres konstruksi Jalan Tol Trans Jawa hingga Minggu ke-3 Juli 2017:

1. Pejagan-Pemalang 57,5 km, dengan dana Rp 6,84 triliun (seksi 1 dan 2 sudah beroperasi). Progres tanah 99,41%, progres fisik 65,66%. Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) Seksi 3 dan 4 Januari 2017

Pekerjaan yang sedang dilaksanakan: pembebasan lahan di seksi 3 dan 4, pembersihan lahan, urugan tanah, pekerjaan box culvert, pekerjaan jembatan, pekerjaan box pedestrian

2. Pemalang-Batang 39,2 km, dengan dana Rp 4,08 triliun. Progres tanah 98,06%, progres fisik 29,90%, SPMK Januari 2017

Pekerjaan yang sedang dilaksanakan: bore pile, box culvert, pengecoran, pekerjaan timbunan, pekerjaan galian, pemancangan

3. Batang-Semarang 75 km, dengan dana Rp 11,05 triliun. Progres tanah 76,34%, progres fisik 30,13%, SPMK Juli 2016

Pekerjaan yang sedang dilaksanakan: lean concrete, agregat A, bore pile, pemancangan, galian dan timbunan

4. Semarang-Solo 72,64 km, dengan dana Rp 7,3 triliun (seksi 1 dan 2 sudah beroperasi). Progres tanah 97,69%, progres fisik 59,96%, SPMK seksi 3 Juli 2015

Pekerjaan yang sedang dilaksanakan: timbunan tanah, galian timbunan tanah, lean concrete, pekerjaan struktur, pekerjaan rigid

5. Solo-Ngawi 90,42 km, dengan dana Rp 5,14 triliun. Progres tanah 88,09%, progres fisik 83,58%, SPMK Juni 2016

Pekerjaan yang sedang dilaksanakan : pekerjaan rigid pavement, lean concrete, girder

6. Ngawi-Kertosono 86,9 km, dengan dana Rp 3,82 triliun. Progres tanah 98,6%, progres fisik 42%, SPMK Mei 2016

Pekerjaan yang sedang dilaksanakan : lean concrete, rigid pavement, girder, timbunan, pengecoran, galian

7. Kertosono-Mojokerto 40,5 km, dengan dana Rp 3,48 triliun. Progres tanah 100%, progres fisik 90,88%, SPMK Agustus 2010

Pekerjaan yang sedang dilaksanakan: pemancangan, pengecoran, timbunan, borrow material, perkerasan

8. Mojokerto-Surabaya 36,47 km, dengan dana Rp 3,79 triliun. Progres tanah 100%, progres fisik 89,21%, SPMK sejak April 2007

Pekerjaan yang sedang dilaksanakan: bore pile, timbunan, rigid, struktur

9. Gempol-Pasuruan 34,15 km, dengan dana Rp 2,77 triliun. Progres tanah 76,47%, progres fisik 45,4%, SPMK sejak Maret 2013

Pekerjaan yang sedang dilaksanakan: timbunan tanah, median drain, retainig wall, lean concrete

10. Pasuruan-Probolinggo 31,3 km, dengan dana Rp 3,55 triliun. Progres tanah 96,5%, progres fisik 9,22%

Pekerjaan yang sedang dilaksanakan: land clearing, pekerjaan tanah, pekerjaan struktur interchange, pekerjaan struktur overpass, box culvert, rigid pavement



Bersambung ke jilid 2 : 

http://www.konsultan.co/2017/08/jutaan-peluang-usaha-baru-di-indonesia_17.html







Tidak ada komentar:

Posting Komentar