Kamis, 10 Agustus 2017

Goyahnya Nyonya Meneer: Konflik Keluarga Sampai Masalah Utang

Jakarta  - Anda tentu tahu Nyonya Meneer bukan?  Ya, siapa yang tidak tahu.  Plakat dari foto siluet Nyonya meneer masih banyak terpampang di pinggir-pinggir jalan dan toko-toko jamu pedagang kecil hingga pedagang besar.  Di kala produk-produk herbal saat ini yang mulai tumbuh dengan pesatnya, siapa sangka, perusahaan jamu dan herbal kawakan yang sudah berdiri sejak nenek moyang, ternyata dinyatakan bangkrut alias pailit oleh pengadilan.    Nyonya Meneer, dinyatakan pailit oleh Pengadilan Negeri (PN) Semarang pada Kamis (3/8/2017) pekan lalu. Ketuk palu pailit cukup mengejutkan banyak orang, lantaran produk jamu perusahaan yang berbasis di Semarang tersebut dikenal luas masyarakat, dengan tagline-nya yang sangat terkenal: Berdiri Sejak 1919. 


kepada detikFinance, Selasa (8/8/2017) Akademisi dan Praktisi Bisnis dari Universitas Indonesia, Rhenald Kasali, mengatakan ada beberapa alasan utama goyahnya bisnis Nyonya Meneer. Mulai dari perselisihan internal keluarga penerus, beban utang, dan kurangnya inovasi pada produk mereka.

 

"Perusahaan itu menerima warisan dari orang tuanya, dari neneknya, warisan itu enggak cukup dengan diteruskan tapi juga dikembangkan, tampaknya mereka hanya berdagang, mewariskan yang sudah ada, produk-produknya memang secara historis bagus, inovasinya tidak ada," ungkap Rhenald.

Setelah meninggalnya Nyonya Meneer, sang perintis usaha pada tahun 1978, usaha jamu diteruskan langsung ke generasi ketiga yakni cucunya yang berjumlah 5 orang. Saat peralihan tersebut, memicu perselihan cukup lama di antara generasi penerusnya tersebut.

"Misalnya tahun 1978 omahnya Nyonya Meneer meninggal dan langsung diteruskan 5 cucu bersaudara, karena anak pertama Nyonya Meneer langsung ke Jakarta, anak kedua meninggal sebelum omah meninggal, jadi yang meneruskan generasi ketiganya. (Cucu) nomor 3 dan 4 akhirnya pindah ke Surabaya membangun perusahaan jamu lain Dua Putri Dewi," ujar Rhenald. 

Perselisihan internal dalam perusahaan keluarga ini, kata dia, yang kemudian membuat Nyonya Meneer sedikit rapuh. Selain itu, perusahaan juga terbebani utang yang menumpuk dari para supplier. Di sisi lain, arus kas perusahaan juga dalam keadaan kurang baik. 

"Nah utang itu yang membuat mereka pailit, fenomena ini di dalam bisnis dikenal zombie company, itu sudah umum di dunia maupun di Indonesia. Zombi itu orang yang sudah mati dan harusnya sudah dikubur, dia hidup bukan dari cahsflow tapi dari utang, orang taruh barang (supplier) jadi kredit," tutur Rhenald. 

"Banyak di Indonesia di ritel dia taruh barang jadi kredit panjang sampai bulan-bulan, itu dibiayai oleh utang hidupnya, jadi seolah-seolah sekarang para kreditur ini bersama-sama datang, ya sudahlah kita kubur saja zombi ini. Dengan cara kredit yang tidak terbayar dibayar saja secara paksa," imbuh Rhenald.


sumber : detikfinance, 8 agustus 2017


.....


Surabaya - Ya, beginilah wajah dari sebuah perusahaan historis.  Konsultan.co sendiri mendapati pengalaman dengan beberapa perusahaan keluarga yang mengalami problem yang sama. 
Pengetahuan mengenai manajamen yang baik tidak diterapkan, struktur organisasi yang masih sangat sederhana, kemampuan dari karyawan dan manajemen yang hampir tidak pernah di upgrade dengan pelatihan-pelatihan dan pembekalan yang cukup.  Fakta : yang banyak terjadi adalah masih memakai manajemen tradisional.  Pembukuan yang sudah tercatat dengan software, namun sistem mekanisme dan flow dari akun-akun nya, masih saja dipegang teguh oleh pemilik perusahaan sendiri. Yang bahkan terkadang masih bekerja dengan "moody" yang naik turun.  Begitu Owner lagi bad mood, siapapun yang minta duit, mau bayar tagihan supplier yang telah jatuh tempo, mau beli bahan baku, mau bayar gaji karyawan?  GA BISA... yang ada malah diusir dengan makian.  Alamaaakk...

Perbandingan memiliki sistem manajemen yang baik dengan yang tidak, berdampak seperti bumi dan langit.  

Dari artikel ini, sebuah bahan pemikiran patut kita layangkan.  Sampai sejauh mana kita membenahi perusahaan kita? Kalau anda mengalami kesulitan, tidak ada salahnya anda coba untuk hubungi kami, kami selalu siap untuk diajak diskusi secara terbuka. 

Hasil dari perusahaan yang kami tangani, selalu jauh diatas ekspektasi. Kami selalu fokus membenahi sistem manajemen, informasi, perencanaan strategis, marketing dan omset, keseluruhan proses dari hulu ke hilir kami pelajari sebelum membuat kesimpulan dan action plan.  Goal akhir dari ini semua? Yaitu pertumbuhan dari perusahaan anda.  Ngopi Yuk!



#manajemen #sisteminformasimanajemen #sistem #konsultanmanajemen #konsultanbisnis #perencanaanstrategis  #operation  #manufacture  #retail  #service  #startup  #growth  #Nyonyameneer  #familybusiness





Tidak ada komentar:

Posting Komentar