Jumat, 26 Mei 2017

KONSULTAN HOTEL DAN RESTORAN

ANDAL, Konsultan Bisnis Hotel

BERPENGALAMAN, +62 822-3332-2799, (Telkomsel), Konsultan Bisnis Perhotelan, Konsultan Manajemen Perhotelan, Konsultan Manajemen Hotel, Perusahaan Konsultan Hotel, Konsultan Hotel Surabaya, Konsultan Resto, Konsultan Manajemen Restoran, Jasa Konsultan Manajemen Restoran, Jasa Konsultan Restaurant, Jasa Konsultan Restoran.

Ritel adalah Detil

Anda pernah mendengar istilah ini? atau bahkan familiar dengan nya? Kalau anda familiar dengan istilah ini, biar saya tebak, usaha anda saat ini bergerak di industri retail, alias semua jenis usaha yang berhadapan atau berinteraksi dan sekaligus melakukan transaksi jual beli langsung dengan pelanggan, bukan dengan perusahaan, pemerintah, atau yang sejenis.

Bisnis Hotel adalah termasuk golongan bisnis ritel, dimana posisi bisnis ritel ini adalah, bisnis yang berhadap-hadapan langsung dengan pelanggan.  Bukan bermain di ranah grosir atau B2B ( Business To Business).  Hanya saja konten dari bisnis hotel banyak terfokus pada tingkatan service.  Semakin baik service yang di berikan, maka pelanggan akan semakin puas.  dan ujung nya tentu kita bisa tebak.  Apa itu? Ya, SALES!

Ingin tahu lebih banyak tentang strategi hotel dan strategi restoran ?




Sekarang apa bedanya bisnis hotel dan restoran?  Hmm.. kalau ditanya bedanya, berarti kita harus tahu dulu apa persamaan nya? apa kira-kira persamaannya? Coba kita sebutkan satu persatu.  Hotel terfokus pada Jasa dan pelayanan, dalam bentuk fasilitas seperti kamar tidur yang bersih, kamar mandi yang bersih, keramahan, mungkin ada kolam renang, dsb.  Nah kalo restoran bagaimana? Resto sama juga fokus pada pelayanan, misalnya ruangan nya yang bersih, suasana nya yang nyaman, menu nya yang banyak dan enak. dsb.
Nah kalo beda nya dimana?  Coba kita tela'ah lebih dalam lagi.  Kalau kita mau masuk lebih dalam ke dalam konsep, Hotel dan Restoran mungkin sama fokus pada pelayanan.  Tapi apakah sistem manajemen Hotel dan Restoran nya juga sama? struktur organisasi Hotel dan Restoran juga sama? Bagaimana dengan cara menangani pelanggan nya? Restoran mungkin hanya melayani seorang pelanggan hanya dengan 1 atau 2 jam kunjungan saja.  Beda dengan pelanggan Hotel, mereka datang ke Hotel minimal 1 hari atau 24 jam.  Jauh diatas jam kunjungan Restoran.  Tentunya hal ini akan merubah konsep secara keseluruhan.  Apakah Anda paham sampai disini?

Oke, Coba kita masuk ke contoh berikutnya, yaitu sebuah salon mobil.  Konsep dari Bisnis Salon mobil ini apa lebih mirip ke Restoran? Atau Ke Hotel ? Coba anda pelajari satu per satu. Yang jelas, Ritel Is Detail?  Tentu.

Apakah anda pernah memakai jasa Salon mobil/auto detailing? Pernahkah anda perhatikan apa yang mereka kerjakan? Kalau anda perhatikan dengan baik, anda akan melihat perbedaan yang sangat besar pada salon-salon mobil yang ada di sekitar anda.  Salon mobil terbaik, sangat memperhatikan detail-detail pada mobil anda. seperti apa? coba lihat, apakah sirip lubang angin pada ac mobil anda, dibersihkan dengan baik? atau pada lekukan-lekukan jok mobil anda, telah di vakum dan dibersihkan dengan sebaik mungkin?





Ilmu retail sangat luas namun fokus mengerucut.  Apabila anda sudah mengetahui banyak pakar mengatakan bahwa Ritel itu detail. Well, it's true. Namun demikian, banyak orang melihat dengan sudut pandang yang salah mengenai retail. Kasus salon mobil diatas, hanyalah satu contoh dari jutaan ilmu retail yang di aplikasi-kan pada berbagai macam pekerjaan.

Masalahnya....

Kita kerap mendefinisikan detail terbatas dalam hal mengurusi dan memperhatikan hal-hal kecil di dalam operasional, seperti check list, posisi tisu di meja, kemiringan price tag  hingga warna ikat rambut karyawan. atau pada contoh kasus diatas adalah sirip lubang AC dan lekukan jok mobil.

Di dalam Ritel,  detail bukan hanya menyangkut urusan remeh-temeh operasional, namun harus diartikan sebagai ketepatan dan ketelitian dalam menentukan konsep dan format, model bisnis, timing to entry, lokasi, channel,  staffing hingga teknologi, dan masih banyak lainnya. 


Ketika kita membicarakan mengenai "detail", maka sudah seharusnya, kita membuka suatu hal secara keseluruhan dan melihat hingga ke permasalahan yang sekecil-kecilnya.

Itulah kenapa, ilmu retail bukan hanya berguna untuk menangani usaha di industri retail pada umumnya seperti : supermarket, restaurant, toko buku, toko baju atau segala jenis toko, hingga ke rumah sakit, barber shop, dan lain lain. 

Namun demikian, ilmu retail sangat berguna di banyak industri. Karena ketika kita membicarakan mengenai konsep, artinya kita harus memikirkan "the whole package". Dan itu artinya, anda harus membuat segala perencanaan dengan sangat detail. Yah..bahkan mungkin anda harus memikirkan hingga warna kuku karyawan anda harusnya seperti apa?

ketepatan membuat konsep yang baik, sangat anda butuhkan untuk meraih kesuksesan.  Saya akan membuat 1 contoh lagi supaya anda lebih memahami ilmu dari retail itu seperti apa?

Seminggu yang lalu, kami di undang untuk mengikuti meeting bersama para direktur dan pemilik saham salah satu perusahaan start up di jakarta.  Mereka berencana membuat toko dengan menggandeng perusahaan lain yang jauh lebih besar dan raksasa.  Ketika tiba waktu presentasi, ternyata mereka mempunyai rencana untuk membuka 400 minimarket di seluruh indonesia.  Untuk itu, mereka telah mendapat partner lokal yang telah memiliki 28 outlet yang tersebar di seluruh Jakarta.  

Ketika tiba salah satu dari direktur tersebut presentasi mengenai rencana membuka minimarket, ada timbul banyak pertanyaan di kepala saya, yang akhirnya saya tidak mampu untuk hanya diam.  Karena sepanjang yang saya lihat, mereka hanya fokus untuk HANYA... "membuka" toko.  tapi tidak memikirkan sedikitpun mengenai dampak dan apa nilai dari berdirinya toko tersebut.  Ketika beberapa pertanyaan dan beberapa logika saya ajukan, mereka pun terdiam.  Tak mampu menjawab.

Diliputi keraguan, akhirnya sang CEO pun buka suara, "OK, Kalau begitu, kita akan coba tes 1 lokasi yang ada di Jl. Fatmawati, coba nanti kita lihat hasil konsepnya bapak seperti apa?".  Keesokan harinya, kami pun berangkat ke lokasi dan melihat, ternyata 50 meter sebelum lokasi tersebut, sudah berdiri Indomart kelas medium, atau sekelas alfa midi.  dan lucunya, 50 meter sesudahnya, ada SeVel yang juga menjual kurang lebih barang yang sama.

Saya pun tersenyum ketika melihat kondisi seperti ini.  kenapa? Karena hal ini sama persis dengan apa yang kami bicarakan di meeting 1 hari sebelumnya. Ga nyangka kan...Edan aja kalau para direktur masih bertahan dengan strategi yang cukup "asal buka toko"  saja. Bisa ga sampe 6 bulan ludes.


Tak lama kemudian, saya buat konsep coretan saja di selembar kertas, saya mulai dari analisa SWOT sederhana saja, dan beberapa poin lainnya.  Saya berikan sedikit penjelasan, kenapa tokonya dibuat sedemikian rupa, lay out nya harusnya seperti apa? pasar yang dituju harusnya seperti apa? darimana kita bisa mengambil opportunity supaya tidak mulai dari nol, dan lain-lain.  Esok hari nya kami adakan meeting kembali dengan pihak ke 3, dan hasil dari coretan selembar kertas itu..."Memuaskan".

Faktanya, berbagai bidang industri telah membuktikan, bahwa orang-orang consumer goods sangat cakap dalam pekerjaan nya. 

Usaha anda sakit? bahkan mungkin saat ini sedang mengalami kejang-kejang? atau terkena penyakit kronis? Baik anda di Industri Retail, manufacture, trading, ataupun jasa? Jangan sampai terlambat.  Hubungi kami segera : kontak

Disini anda bisa lihat brosur kami


Konsultan Bisnis Rumah Makan, Konsultan Bisnis Makanan, Konsultan Bisnis Kuliner, Konsultan Cafe Dan Resto, Jasa Konsultan Restoran Surabaya, Konsultan Restoran Surabaya, Restaurant Consultant Surabaya, Konsultan Resto Surabaya, Konsultan Restaurant Jakarta, Konsultan Restoran Jakarta, Jasa Konsultan Restoran Di Jakarta, Konsultan Bakery Jakarta, Konsultan Restoran Jogja, Konsultan Restoran Yogyakarta, Konsultan Restaurant Bali, Konsultan Restoran Di Bali, Konsultan Usaha Kuliner, Konsultan Kuliner, Konsultan Bisnis Kuliner, Konsultan F&B






Tidak ada komentar:

Posting Komentar