Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label pelajaran dari sariwangi

Entri yang Diunggulkan

PESAN DARI CEO

+62 822-3332-2799, KONSULTAN MANAJEMEN BISNIS BERPENGALAMAN DAN TERPERCAYA Strategi ilmu berbisnis yang tepat, dapat membantu bisnis Anda mencapai target omset luar biasa! Tingkatkan ilmu berbisnis Anda. Berbisnis tanpa dibarengi dengan ilmu tentang strategi, sistem, manajemen operasi yang mumpuni, maka akan menjadi penghambat Anda sebagai pengusaha untuk memenangkan kompetisi berbisnis dengan kompetitor. Beberapa gambar dibawah, menunjukkan strategi-strategi yang sudah seharusnya dipikirkan oleh seorang CEO atau pemilik usaha untuk memenangkan peta persaingan.  Identifikasi dan melakukan analisa permasalahan adalah suatu hal yang harus dilakukan. Coba lihat skema gambar dibawah! Apakah strategi-strategi seperti ini sudah Anda pikirkan bahkan terapkan dalam kehidupan berbisnis Anda? Anda wajib memikirkan hal ini, betapa pentingnya beberapa point di bawah ini yang digunakan sebagai acuan perencanaan untuk merancang arah dan eksekusi-eksekusi dari sebuah perusahaan/usaha di

Memetik Pelajaran dari Sariwangi

Memetik Pelajaran dari Sariwangi EXPERT, +62 813 - 9864 – 6177 Konsultan, Manajemen Konsultan Indonesia, Konsultan Bisnis di Sidoarjo, Konsultan Bisnis di Surabaya, Konsultan Bisnis di Malang, Konsultan Bisnis Jakarta, Bisnis di Jakarta, Konsultan Manajemen Jakarta, Manajemen Bisnis Jakarta, Konsultan Manajemen di Jakarta Masih ingat dengan peristiwa pailitnya Sariwangi? PT Sariwangi Agricultural Estate Agency (SAEA) pailit setelah sempat tiga tahun berdamai dengan bank pemberi pinjaman yakni PT Bank ICBC Indonesia. Banyak yang mengira Teh Sariwangi akan menghilang. Ya, memang PT Sariwangi Agricultiural Estate Agency tidak lagi menjadi pemegang merek teh Sariwangi, tapi sudah menjadi milik Unilever sejak tahun 1989. PT SAEA kepemilikannya juga sudah beralih sejak 2015, setelah 70 persen sahamnya berpindah dari pendirinya. Lalu apa saja pelajaran yang bisa kita petik agar hal serupa tidak terjadi pada perusahaan kita? Perhitungkan dengan Matang Sebelum Berinves