Jumat, 29 Maret 2019

Di Jepang, Toko Kelontong Modern 'Krisis' Tenaga Kerja | Konsultan Bisnis Dan Manajemen


KONSULTAN BISNIS DAN MANAJEMEN

EXPERT, +62 813 - 9864 – 6177, Dampak Mengerikan dari Ekstensi Bulu Mata

Konsultan, Manajemen Konsultan Indonesia, Konsultan Bisnis di Sidoarjo, Konsultan Bisnis di Surabaya, Konsultan Bisnis di Malang, Konsultan Bisnis Jakarta, Bisnis di Jakarta, Konsultan Manajemen Jakarta, Manajemen Bisnis Jakarta, Konsultan Manajemen di Jakarta


Di Jepang, Toko Kelontong Modern 'Krisis' Tenaga Kerja - Krisis tenaga kerja mengusik bisnis toko ritel modern di Jepang. Padahal, waralaba seperti 7-Eleven, Family Mart, dan Lawson, yang beroperasi selama 24 jam berkembang pesat di Negeri Sakura. 


Mitoshi Matsumoto, salah satu anggota asosiasi toko serba ada di Jepang mengungkap keterbatasan tenaga kerja memaksa pemilik mengoperasikan sendiri toko mereka. Meski demikian, mereka pun mengaku kewalahan.
 

Karenanya, banyak pemegang merek waralaba membujuk pemilik merek mengizinkan agar toko ditutup lebih awal. "Pada saat perjanjian (dengan pemilik merek), kami tak melihat akan terjadi kekurangan tenaga kerja atau lonjakan upah minimum," ujarnya seperti dilansir Reuters, Kamis (21/3).

Toko kelontong waralaba mulai berkembang di Jepang sejak 1970-an. Aksesibilitas 24 jam yang ditawarkan terbukti cocok dengan budaya masyarakat setempat yang kerap bekerja hingga larut malam.

Toko-toko ini terang benderang dan tersebar di banyak sudut di Jepang. Toko waralaba bahkan telah menjadi bagian penting dari kehidupan modern masyarakat Jepang.

Tak heran, jumlahnya mencapai 58 ribu toko pada tahun lalu, yang sebagian besar dioperasikan dengan merek 7-Eleven, Family Mart, dan Lawson.

Selama bertahun-tahun, model bisnis waralaba ini telah menyediakan lapangan kerja bagi banyak orang. Kini, satu per satu toko mulai dijaga sendiri oleh para pemiliknya karena kekurangan tenaga kerja, seperti yang dilakukan Matsumoto.

baca juga : Beda dari yang Lain, Resto McD Ini Punya Desain Unik dan Mewah 

Ironisnya, Matsumoto, yang kewalahan bekerja dan baru saja ditinggal mati sang istri, memaksa menutup tokonya selama beberapa jam di malam hari demi beristirahat. Itu pun, Matsumoto terancam denda dari pemegang mereknya.

Karena kejadian yang menimpanya itu lah muncul simpati luas di masyarakat yang menuntut keseimbangan antara hidup dan bekerja. Bahkan, surat kabar Nikkei yang dianggap pro-bisnis menulis sebuah editorial yang mengajarkan pengusaha untuk memberlakukan jam kerja yang wajar.

Beruntung, tuntutan masyarakat berbuah manis. Pengusaha pun mulai melakukan uji coba kerja dengan jam lebih pendek untuk 20.700 toko. Namun demikian, pengusaha tetap menyatakan kebijakan jam kerja lebih pendek sebagai eksperimen semata dan belum akan mengubah format toko waralaba 24 jam.
 

Roy Larke, analis industri ritel di Jepang menuturkan bahwa sektor ritel modern tengah jenuh. "Kami (Jepang) memiliki terlalu banyak toko serba ada. Kadang-kadang secara harafiah mereka bersebelahan. Terlalu banyak," imbuh dia.

Katsuhiko Shimizu, juru bicara Seven & i Holding yang memiliki 7-Eleven dan rantai pasokan merchandise Ito-Yokado, menyatakan ketidaksetujuannya. Menurut dia, masih ada ruang inovasi. Misalnya, dengan menyertakan teknologi otomatisasi dan kecerdasan buatan untuk proses stocking hingga check out.


Industri yang kami layani :

>>> Retail / Ritel : Segala jenis toko ; Toko Buku, Toko Bangunan, Minimarket, Supermarket, Hypermarket, Toko Buah, Toko Obat / Apotik, Baby Shop, Pet Shop, Toko Roti / Bakery, Dll.
>>> Manufacture / Pabrik : Segala Jenis Pabrik ; Pabrik Makanan & Minuman, Pabrik Plastik, Pabrik Kertas, Dll.
>>> Service : Hotel, Restoran, Printing, Cafe, FnB, F & B, Laundry, Wedding, Fashion Design, Barber Shop, Dll.
>>> Start Up : Segala Jenis Industri

Kamis, 28 Maret 2019

Lagi Tren Perawatan yang Bikin Kulit Kinclong Seperti Kaca | Konsultan Bisnis Dan Manajemen


KONSULTAN BISNIS DAN MANAJEMEN

TANGGUH, +62 813 - 9864 – 6177, Lagi Tren Perawatan yang Bikin Kulit Kinclong Seperti Kaca

Konsultan, Manajemen Konsultan Indonesia, Konsultan Bisnis di Sidoarjo, Konsultan Bisnis di Surabaya, Konsultan Bisnis di Malang, Konsultan Bisnis Jakarta, Bisnis di Jakarta, Konsultan Manajemen Jakarta, Manajemen Bisnis Jakarta, Konsultan Manajemen di Jakarta


Lagi Tren Perawatan yang Bikin Kulit Kinclong Seperti Kaca - Beragam produk makeup dan skincare kini semakin beragam. Korea Selatan menjadi gudang beragam produk kecantikan. Tak hanya itu, Negeri Ginseng ini bahkan tak bosan berinovasi untuk memberikan tren perawatan yang digandrungi masyarakat dunia.


Salah satu tren kecantikan yang menjadi idola di Korea saat ini adalah Glass Skin. Glass Skinmerupakan perawatan kecantikan yang membuat wajah tampak kinclong bak kaca yang mengkilap.


Jika di Korea Selatan, Glass Skin treatment menggunakan jarum suntik, tapi di Indonesia ada klinik kecantikan yang menciptakan inovasi Glass Skin tanpa jarum suntik. Klinik kecantikan Youth & Beauty Clinic mengubahnya menjadi Glass Skin Facial, tanpa suntik.

"Rangkaian perawatan dari Korea yang lagi happening namanya Glass Skin. Nah saya buat, tapi bukan pakai suntik, tapi Glass Skin Facial," kata Founder sekaligus Head Doctor Youth & Beauty Clinic, dr. Gaby Syerly yang dijumpai di kliniknya di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Selasa, 5 Maret 2019.

Glass Skin Facial merupakan perawatan khusus untuk Anda yang memiliki kulit wajah sangat kering. Perawatan ini terdiri dari 10 rangkaian facial digabungkan menjadi satu.

"Mulai dari proses cleansing, lalu diuap, kemudian microdermabrasi, ekstraksi komedo, pembunuhan bakteri dengan sinar highfrequency, massage, totok wajah, dan masker," kata Gaby.


Inti dari treatment Glass Skin Facial ini adalah 'The Magnetic Holy Mask' dengan beberapa rangkaian skincare premium yang menjadi keunikan tersendiri karena terbuat dari air suci dan bahan natural seperti beberapa mineral esensial tinggi yang berasal dari Italia yang kemudian dapat tertarik dengan otomatis menggunakan logam magnet khusus.

Yang mengejutkan, produk The Magnetic Holy Mask ini rupanya merupakan produk dari lini kecantikan milik penyanyi dunia, Madonna.

"Setelah melakukan perawatan ini, secara langsung pasien akan dapat merasakan manfaatnya. Kulit menjadi lebih lembabp cerah, dan mengkilat meskipun sesudahnya terkena air. Dan kulit akan menjadi lebih lembut putih berkilau," kata Gaby.

Untuk bisa memiliki wajah kinclong seperti kaca, Anda hanya perlu mengeluarkan uang sebesar Rp3,5 juta.

"Anda bisa melakukan perawatan ini dua minggu sekali, dan ini khusus untuk kulit yang kering. Kalau kulit yang beruntusan dan jerawatan itu tidak boleh melakukan perawatan ini," katanya.

Lantas bagaimana jika Anda memiliki kulit berminyak dan usia berapa baiknya melakukan perawatan ini?


"Kalau berminyak saya tidak terlalu menyarankan, karena takutnya risiko beruntusan karena perawatan ini untuk kulit yang benar-benar kering, dia (Glass Skin Facial) sangat menghidrasi kulit," ujarnya,

Gaby menyarankan, usia 20 tahun ke atas dengan kondisi kulit kering boleh melakukan perawatan ini. Untuk usia remaja di bawah 17 tahun, sebaiknya tidak melakukan perawatan ini karena kulit remaja cenderung berminyak.

"Jadi baiknya usia 20 tahun ke atas. Dan biasanya orangtua yang semakin berumur akan cenderung kering kulit dan semakin berkurang jumlah kolagennya," katanya.


Industri yang kami layani :

>>> Retail / Ritel : Segala jenis toko ; Toko Buku, Toko Bangunan, Minimarket, Supermarket, Hypermarket, Toko Buah, Toko Obat / Apotik, Baby Shop, Pet Shop, Toko Roti / Bakery, Dll.
>>> Manufacture / Pabrik : Segala Jenis Pabrik ; Pabrik Makanan & Minuman, Pabrik Plastik, Pabrik Kertas, Dll.
>>> Service : Hotel, Restoran, Printing, Cafe, FnB, F & B, Laundry, Wedding, Fashion Design, Barber Shop, Dll.
>>> Start Up : Segala Jenis Industri

Rabu, 27 Maret 2019

Banyak Mal Sepi, Mendag: Gaya Hidup Berubah, Harus Adaptasi | Konsultan Bisnis Dan Manajemen

KONSULTAN BISNIS DAN MANAJEMEN

MAHIR, +62 813 - 9864 – 6177, Gaya Hidup Berubah, Harus Adaptasi

Konsultan, Manajemen Konsultan Indonesia, Konsultan Bisnis di Sidoarjo, Konsultan Bisnis di Surabaya, Konsultan Bisnis di Malang, Konsultan Bisnis Jakarta, Bisnis di Jakarta, Konsultan Manajemen Jakarta, Manajemen Bisnis Jakarta, Konsultan Manajemen di Jakarta


Gaya Hidup Berubah, Harus Adaptasi - Akhir-akhir ini, banyak pusat perbelanjaan (shopping mall) yang semakin sepi dan ditinggalkan pengunjung. Presiden Joko Widodo (Jokowi) bahkan memperingatkan soal fenomena ini.


"Mal-mal sudah mulai tutup di Tiongkok, di sini juga sudah mulai. Hati-hati sekali. Kita harus perbaiki ekosistem offline dan online," kata Presiden saat membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Kementerian Perdagangan di ICE BSD, Kamis (12/3/2019).


Menurut Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, hal ini tidak bisa dihindari karena gaya hidup masyarakat berubah. Orang yang mau membeli sesuatu sekarang cenderung mencari sistem yang lebih sederhana melalui perdagangan online.

"Kolaborasi online-offline itu akan meningkatkan penjualan produk tersebut. Makanan saja, Go-Food dalam bulan tertentu omzetnya mencapai Rp 1,5 triliun. Kita saja kadang-kadang menggunakan Go-Food, ini sudah merubah gaya hidup," kata Enggar di sela Rakernas di Hotel Shangri-La.

Hal itu, lanjutnya, juga terlihat dari budaya minum kopi yang sudah menjadi gaya hidup.

"Kita syukuri itu. Kalau saja lifestyle di China dari minum teh berubah jadi sebagian minum kopi, maka ekspor kita akan besar. Kita aktif promosikan minum kopi sebagai gaya hidup. Kopi Indonesia nomor satu," jelasnya.


Menurut Enggar, pengusaha ritel dan pengelola pusat perbelanjaan tidak memiliki pilihan lain selain beradaptasi dengan perubahan gaya hidup ini.

Dia bahkan menyebutkan tutupnya outlet Debenhams dan Sogo di beberapa mall sebagai contoh.
"Saya ambil contoh. Plaza Indonesia mengubah tenant mix-nya, penjualannya sempat turun sedikit kemudian dia merangkak naik. Berapa banyak outlet yang tutup? Sogo, Debenhams tutup. Mereka tidak bisa lagi bertahan karena orang tidak mau lagi beli baju dengan buka-buka rak," kata Mendag.

Masyarakat kini langsung pergi mencari produk pakaian sesuai merknya. Hal ini membuat omzet penjualan brand-brand pakaian seperti Zara dan Uniqlo meningkat.

"Konsumen sekarang langsung cari merknya, dia mau beli baju Zara tapi tidak mau mencarinya di Sogo. Dia mau beli baju Uniqlo ya langsung ke outlet Uniqlo, tidak mau cari-cari di Debenhams. Itu sebagai contoh," ungkapnya.


Selain itu, kecenderungan gaya hidup generasi muda untuk pergi nongkrong bersama teman-temannya juga sangat tinggi, menurut Enggar. Swafoto/selfie sekarang menjadi bagian dari gaya hidup dan bisnis.

"Anak muda ini sekarang kalau makan di restoran dia mau pamer, makanannya nomor dua. Suasana cafe atau restoran itu yg jadi penting. Taman lampion di Batu, Malang [Batu Night Spectacular] kunjungannya meningkat karena orang berfoto-foto di sana dan bahkan pre- edding pun di sana pada malam hari," ungkapnya.


Industri yang kami layani :

>>> Retail / Ritel : Segala jenis toko ; Toko Buku, Toko Bangunan, Minimarket, Supermarket, Hypermarket, Toko Buah, Toko Obat / Apotik, Baby Shop, Pet Shop, Toko Roti / Bakery, Dll.
>>> Manufacture / Pabrik : Segala Jenis Pabrik ; Pabrik Makanan & Minuman, Pabrik Plastik, Pabrik Kertas, Dll.
>>> Service : Hotel, Restoran, Printing, Cafe, FnB, F & B, Laundry, Wedding, Fashion Design, Barber Shop, Dll.
>>> Start Up : Segala Jenis Industri

Selasa, 26 Maret 2019

Beda dari yang Lain, Resto McD Ini Punya Desain Unik dan Mewah | Konsultan Bisnis Dan Manajemen

KONSULTAN BISNIS DAN MANAJEMEN

TERNAMA, +62 813 - 9864 – 6177, Beda dari yang Lain, Resto McD Ini Punya Desain Unik dan Mewah

Konsultan, Manajemen Konsultan Indonesia, Konsultan Bisnis di Sidoarjo, Konsultan Bisnis di Surabaya, Konsultan Bisnis di Malang, Konsultan Bisnis Jakarta, Bisnis di Jakarta, Konsultan Manajemen Jakarta, Manajemen Bisnis Jakarta, Konsultan Manajemen di Jakarta


Beda dari yang Lain, Resto McD Ini Punya Desain Unik dan Mewah - Hampir semua orang pasti pernah merasakan menikmati makan di restoran waralaba McDonald's. Bahkan sebagian besar orang, berkali-kali datang ke restoran ini.


Bukan cuma di Indonesia, restoran ini memiliki banyak cabang di hampir seluruh dunia. Sebagian besar dari ribuan restoran McDonald's terlihat sangat mirip, mulai dari dekorasi, furnitur, dan tata letak yang sama.


Dilansir laman Mirror, meski hampir di semua cabang memiliki desain dan tata letak yang sama, tetapi ada satu cabang di Amerika yang sangat berbeda. Freeport McDonald's di Maine dibangun di sebuah rumah besar yang pernah dimiliki oleh William Gore, seorang pedagang terkemuka di kota itu.

Laporan Business Insider mengungkap, desain-nya sangat unik. Ini, lantaran tidak semua orang di kota itu senang memiliki McDonald's di sana. Jadi perusahaan itu hanya diberi izin menggunakan rumah Gore agar tampilan restoran tersebut tetap unik dan menyatu dengan kota itu.

Berbicara pada 1984, Stephen Leroy, manajer tim media McDonald's mengatakan, "Apa yang kami lakukan di sana adalah sesuatu yang mungkin belum pernah kami lakukan sebelumnya dalam hal desain dan jumlah waktu dan upaya yang terlibat."


"Kami bersedia menghabiskan uang untuk membuatnya kompatibel dengan area, sejarah, komunitas dan orang-orang yang tinggal di sana."

Jika penasaran bagaimana uniknya bangunan McDonlad's di sana, foto-fotonya sudah banyak dibagikan di Imgur--sebuah layanan hos gambar online. Melihat foto-fotonya, banyak orang menyukainya, karena terlihat unik.


Furnitur yang dipilih untuk tiap ruang di restoran ini juga berbeda. Ruang makannya, dilengkapi dengan meja dan kursi makan kayu yang klasik, pot tanaman dan tirai dengan gaya tradisional. Semua, disesuaikan dengan daerah setempat.


Namun, untuk area dapur terlihat modern, dilengkapi dengan dispenser saus yang sama dengan McDonald's pada umumnya dan mesin minuman yang dapat Anda lihat di cabang Amerika lainnya.
Dan bukan hanya dekorasi yang jauh lebih menarik dari biasanya, restoran ini juga semakin istimewa karena menyajikan beberapa hidangan mewah.

Selain makanan Big Mac dan chicken nugget yang umum dapat ditemui di restoran lainnya, pengunjung di sini juga dapat menikmati lobster lezat.


Industri yang kami layani :

>>> Retail / Ritel : Segala jenis toko ; Toko Buku, Toko Bangunan, Minimarket, Supermarket, Hypermarket, Toko Buah, Toko Obat / Apotik, Baby Shop, Pet Shop, Toko Roti / Bakery, Dll.
>>> Manufacture / Pabrik : Segala Jenis Pabrik ; Pabrik Makanan & Minuman, Pabrik Plastik, Pabrik Kertas, Dll.
>>> Service : Hotel, Restoran, Printing, Cafe, FnB, F & B, Laundry, Wedding, Fashion Design, Barber Shop, Dll.
>>> Start Up : Segala Jenis Industri

Senin, 25 Maret 2019

Peluang Bisnis Bedah Plastik yang Semakin Menjanjikan | Konsultan Bisnis Dan Manajemen

KONSULTAN BISNIS DAN MANAJEMEN

PALING TOP, +62 813 - 9864 – 6177, Peluang Bisnis Bedah Plastik yang Semakin Menjanjikan

Konsultan, Manajemen Konsultan Indonesia, Konsultan Bisnis di Sidoarjo, Konsultan Bisnis di Surabaya, Konsultan Bisnis di Malang, Konsultan Bisnis Jakarta, Bisnis di Jakarta, Konsultan Manajemen Jakarta, Manajemen Bisnis Jakarta, Konsultan Manajemen di Jakarta


Peluang Bisnis Bedah Plastik yang Semakin Menjanjikan - Kebutuhan perempuan untuk semakin tampil cantik menjadi potensi pasar yang menarik. Apalagi saat ini berbicara soal operasi plastik atau estetika wajah lainnya bukanlah hal tabu, bahkan sudah menjadi tren.


Tren inilah yang dibaca sebagai peluang untuk pelaku-pelaku bisnis kecantikan. Banyak para pengusaha, dokter, atau belakangan para selebriti yang memutuskan membuka klinik kecantikan dengan inovasi berbeda.


Pasar yang besar ini pun dilirik oleh dokter bedah plastik Danu Mahandaru. Pemilik The Clinic Beautylosophy ini menilai bahwa banyak perempuan yang kurang puas dengan bentuk wajah atau penampilan mereka.

Dengan dana beberapa miliar dan adanya dasar ilmu untuk melakukan bedah plastik estetik, Danu pun memberanikan diri membuka klinik ini sejak tahun 2013. Tidak tanggung-tanggung dalam sehari, Danu menangani pasien bedah plastik 2-3 orang.

baca juga : Persaingan Kian Ketat, Pelaku Usaha Ritel Mesti Cepat Adaptasi

"Saya memulai bisnis ini sejak tahun 2013 dan awalnya karena gemes kenapa di Indonesia tidak ada klinik yang benar-benar bisa menjawab semua permasalahan wanita. Disini saya juga ingin mengajak bahwa tindakan  bedah plastik di Indonesia tidak kalah baik dari di luar,"  ujar dr. Danu Mahandaru, Sp.Bp-RE kepada CNBC Indonesia.

Dia menuturkan bahwa semakin kesini peminat operasi plastik terus bertumbuh yakni 50-100 persen dalam 2 tahun terakhir. Tidak hanya pada perempuan namun konsumen laki-laki pun juga banyak melakukan hal tersebut.

Untuk biaya yang harus digelontorkan, para pasien harus mengeluarkan dana sekitar puluhan juta untuk hidung, rahang dan bagian wajah lainnya. Serta ratusan juta untuk operasi payudara dan implan bokong.

baca juga : Cerahnya Bisnis Klinik Kecantikan di Tahun 2019

Ketika ditanya omzetnya, Danu mengatakan bahwa dia bisa mengantongi omzet sekitar beberapa miliar dalam setahun. Kendati demikian, hal itu bukan tanpa tantangan, dalam beberapa hal Danu kesulitan mendapatkan Sumber Daya Manusia (SDM), regulasi  produk, birokrasi perizinan dan keinginan customer yang sedikit aneh.

"Alhamdulillah kalau perubahan pasar pada operasi plastik tetap stabil, tapi kalau bicara pasang surut pasti ada, seperti Sumber Daya Manusia (SDM), regulasi  produk, birokrasi perizinan dan keinginan customer yang nyeleneh," ucap dia.


Industri yang kami layani :

>>> Retail / Ritel : Segala jenis toko ; Toko Buku, Toko Bangunan, Minimarket, Supermarket, Hypermarket, Toko Buah, Toko Obat / Apotik, Baby Shop, Pet Shop, Toko Roti / Bakery, Dll.
>>> Manufacture / Pabrik : Segala Jenis Pabrik ; Pabrik Makanan & Minuman, Pabrik Plastik, Pabrik Kertas, Dll.
>>> Service : Hotel, Restoran, Printing, Cafe, FnB, F & B, Laundry, Wedding, Fashion Design, Barber Shop, Dll.
>>> Start Up : Segala Jenis Industri

Jumat, 22 Maret 2019

Serba-serbi Dunia Fesyen Haute Couture | Konsultan Bisnis Dan Manajemen


KONSULTAN BISNIS DAN MANAJEMEN

TERNAMA, +62 813 - 9864 – 6177, Serba-serbi Dunia Fesyen Haute Couture

Konsultan, Konsultan Ritel, Manajemen Konsultan Indonesia, Konsultan Bisnis Ritel, Usaha Diera Digital, Strategi Bisnis Di Era Digital, Bisnis Di Era Digital, Konsultan Bisnis di Sidoarjo, Konsultan Bisnis di Surabaya, Konsultan Bisnis di Malang, Konsultan Bisnis Jakarta, Bisnis di Jakarta, Konsultan Manajemen Jakarta, Manajemen Bisnis Jakarta, Konsultan Manajemen di Jakarta


Serba-serbi Dunia Fesyen Haute Couture - Paris Couture Week dimulai pada Senin (21/01). Ajang fesyen ini diadakan dua kali setahun, yakni pada Januari untuk koleksi musim semi/panas dan bulan Juli untuk koleksi musim gugur/dingin, couture week menampilkan koleksi-koleksi haute couture yang eksklusif. 

 
Ajang fesyen couture week berbeda dengan pekan mode pada umumnya. Banyak orang bertanya-tanya tentang apa itu couture. Tak dimungkiri, couture fashion memang penuh dengan misteri yang membingungkan.


Apa definisi haute couture? Dan apa bedanya dengan couture?

Haute couture adalah sebuah terminologi yang dikontrol dengan ketat dan dilindungi hukum-hukum di yuridiksi negara Prancis, yang berarti pemakaian label haute couture hanya ditujukan bagi rumah-rumah mode yang diberi izin oleh Kementerian Industri Prancis karena memenuhi standar tinggi, pembuatan pakaian dengan bahan dan teknik terbaik, yang dieksekusi oleh para artisan terlatih. Lokasi pembuatan haute couture hanya ada di Paris.

Couture, yang identik dengan pembuatan pakaian unggul, sering dipakai oleh para desainer yang membuat pakaian sesuai pesanan, dengan proses fitting dan pemilihan detail yang ikut melibatkan klien. 

Dalam bahasa Indonesia, haute couture sering diterjemahkan dengan adibusana, meski sebenarnya terjemahan itu lebih cocok untuk kata couture, mengingat haute couture adalah sebuah gelar untuk label. Penggunaan istilah haute couture yang salah kaprah memang sering terjadi, biasanya dengan sengaja menyematkan haute couture meski labelnya belum mendapatkan appellation dari Chambre Syndicale de la Haute Couture. 

Haute couture merupakan sebuah "appellation contrôlée", layaknya Champagne (hanya sparkling wine yang dibuat di wilayah Champagne di Prancis-lah yang boleh memakai label Champagne).

Hal ini berarti tak semua desainer dan rumah mode bisa menyematkan label haute couture sebagai bagian dari nama labelnya. Hanya mereka yang memenuhi syarat dan lulus uji dari Prancis yang berhak memakainya. 

Rumah mode mana sajakah yang memproduksi haute couture?

Anggota resmi haute couture direvisi setiap tahun. Untuk kelander resmi Paris Couture Week musim panas 2019, rumah mode besar seperti Chanel, Christian Dior, Givenchy, Jean Paul Gaultier, dan Maison Margiela mungkin adalah rumah mode yang populer, karena selain memproduksi pakaian, rumah mode tersebut ada yang memproduksi lini siap pakai, parfum, hingga lini kosmetik.

Selain mereka, anggota lainnya adalah rumah mode Giambattista Valli, Alexandre Vauthier, Adeline André, Alexis Mabille, Julien Fournié, Franck Sorbier, Schiaparelli, Stéphane Rolland, Maurizio Galante, dan Maison Rabih Kayrouz.

Selain anggota tetap, ada pula anggota koresponden, yakni rumah mode yang berbasis di luar Prancis yang juga ikut dalam pagelaran Paris Couture Week, yakni Versace, Valentino, Fendi Couture, Elie Saab, Viktor&Rolf, Azzedine Alaia, dan Giorgio Armani Privé.

Kategori ketiga, yakni anggota tamu, ditujukan bagi rumah mode yang berada dalam tahap 'uji coba' sebelum mereka mendapatkan apelasi atau label haute couture. Di antaranya adalah Balmain Paris (pertama kali sejak Balmain Couture dibawah arahan Oscar de la Renta tutup di tahun 2002), Ralph&Russo, Guo Pei, Zuhair Murad, Georges Hobeika, Iris van Herpen, dan Ulyana Sergeenko.

Bagaimana pakaian haute couture dibuat?

Tahap awal yang penting dalam pembuatan haute couture adalah Toile atau prototipe, yakni realisasi tiga dimensi ide pakaian menggunakan muslin atau kain katun polos. Prototipe ini akan dirombak dan disesuaikan hingga sang grand couturier - sebutan untuk desainer haute couture - menyetujui seluruh aspek toile. 

Barulah material dipilih, dipotong sesuai pola toile, dan proses lain seperti disulam, dipayet, dilipit, dihiasi dengan bulu, kristal, dan mutiara. Haute couture nyaris seluruhnya dibuat dengan tangan (dalam beberapa kasus, seperti dres ikonik Mondrian karya Yves Saint Laurent di tahun 1965 dibuat dengan mesin jahit), dan setiap detailnya dibuat secara terpisah.


Secara tradisi, ada dua macam atelier yang terlibat, yakni atelier flou (studio yang membuat pakaian dengan siluet ringan seperti dress dan gaun malam) dan atelier tailleur (yang membuat setelan jas, celana panjang, dan mantel). Selain itu ada atelier khusus untuk pemasangan payet (misalnya Maison Lessage), pembuatan lipit atelier pengolahan bulu (plumassier), pembuat sepatu, hingga detail-detail kecil seperti pembuat kancing (buttonier) dan resleting.

Karena kompleksitas dan banyaknya detail dan proses pengepasan yang memakan waktu, setiap potong pakaian haute couture bisa memakan waktu hingga ribuan jam. Pembuatan mantel kuning yang ikonik karya Guo Pei yang dikenakan Rihanna di Met Ball bahkan memakan waktu hingga dua tahun.

Berapa harga baju haute couture?  

Dalam dunia haute couture, harga adalah salah satu dari sedikit topik yang dihindari (selain identitas para pemesan baju haute couture. Para rumah mode terkenal menutup rapat identitas klien mereka). Karena melibatkan keinginan klien, satu potong pakaian bisa memiliki harga berbeda untuk klien yang berbeda, bergantung pada spesifikasi khusus dan ukuran, karena setiap potongnya akan dibuat dari nol. 

Terkait harganya sendiri, banyak kabar beredar jika Anda memiliki ukuran layaknya model - artinya tak perlu banyak alterasi- maka harga busana couture-nya bisa 30 persen lebih murah. Secara umum, harga sepasang setelan atau gaun tanpa payet dan hiasan berada di kisaran 30 ribu Euro.

Gaun malam penuh payet atau gaun pengantin bahkan bisa mencapai ratusan ribu Euro. Harga mantel bulu karya Fendi di koleksi haute fourrure dikabarkan mencapai 1 juta Euro.

Diprediksi hanya ada sekitar seribu klien couture yang membeli haute couture di seluruh dunia. Berbeda dengan selebriti yang memakai couture di karpet merah dengan baju-baju pinjaman, para klien couture membayar pakaian mereka, dan kebanyakan tidak suka memesan baju yang sudah dipakai selebriti ataupun untuk pemotretan majalah. 

Pakaian couture juga bukan menjadi domain perempuan berusia tertentu. Rumah mode asal Inggris Ralph&Russo membagi kepada CNNIndonesia.com, bahwa klien termuda mereka berusia 6 bulan.
Jika sepotong baju saja bisa semahal itu dan tidak banyak pembelinya, lalu apa relevansinya dan bagaimana mereka bisa mendapatkan keuntungan?

Dunia haute couture jauh berbeda dengan dunia fesyen pada umumnya apalagi dengan dunia ritel busana siap pakai. Jangan bicara soal uang dan keuntungan saat bicara soal haute couture.

Haute couture diibaratkan sebuah laboratorium fashion, di mana tidak ada ide yang terlalu gila, terlalu aneh, atau terlalu sulit. Para perancang dan tim bereksperimen dengan material, potongan, siluet, dan kreativitas yang memerlukan waktu dan pertimbangan matang. Banyak ide-ide revolusioner yang muncul dari haute couture. 

Chanel menciptakan payet berbahan beton, kayu, dan kertas. Julien Fournié menciptakan sepatu dengan teknologi tiga dimensi printing, lama sebelum desainer lain. 


Franck Sorbier menciptakan gaun yang bisa berganti warna berkat penggabungan layar proyektor dan bodice sebuah gaun.

Selain itu, tema-tema show juga bisa meningkatkan perhatian tentang tema-tema sosial seperti iklusivitas (Jean Paul Gaultier), daur ulang (Viktor&Rolf Couture musim dingin 2016/2017), dan restorasi lingkungan hidup (Chanel Couture musim panas 2013).

Haute couture show juga memiliki prestise yang tinggi dan dipublikasikan secara besar-besaran, yang menjadi stategi bisnis yang unik untuk memasarkan produk dari lini siap pakai, parfum, perabotan rumah, dan kosmetik. 

Industri fesyen dimulai dengan membangun aspirasi, dan dengan sebuah lipstik atau sebotol parfum, sebuah rumah mode bisa membuat Anda menjadi bagian dari dunia fantasi couture yang mewah.

Karl Lagerfeld, grand couturier brilian dan satu-satunya desainer untuk dua couture rumah mode yakni Chanel dan Fendi, menyimpulkannya dengan dua kalimat, "Haute couture adalah sebuah pulau penuh mimpi dan eskapisme. Ini adalah bentuk tinggi kemewahan yang melampaui fesyen dan melintasi waktu."


Industri yang kami layani :

>>> Retail / Ritel : Segala jenis toko ; Toko Buku, Toko Bangunan, Minimarket, Supermarket, Hypermarket, Toko Buah, Toko Obat / Apotik, Baby Shop, Pet Shop, Toko Roti / Bakery, Dll.
>>> Manufacture / Pabrik : Segala Jenis Pabrik ; Pabrik Makanan & Minuman, Pabrik Plastik, Pabrik Kertas, Dll.
>>> Service : Hotel, Restoran, Printing, Cafe, FnB, F & B, Laundry, Wedding, Fashion Design, Barber Shop, Dll.
>>> Start Up : Segala Jenis Industri