Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2019

Memetik Pelajaran dari Sariwangi

KONSULTAN BISNIS DAN MANAJEMEN EXPERT, +62 813 - 9864 – 6177 Konsultan, Manajemen Konsultan Indonesia, Konsultan Bisnis di Sidoarjo, Konsultan Bisnis di Surabaya, Konsultan Bisnis di Malang, Konsultan Bisnis Jakarta, Bisnis di Jakarta, Konsultan Manajemen Jakarta, Manajemen Bisnis Jakarta, Konsultan Manajemen di Jakarta Masih ingat dengan peristiwa pailitnya Sariwangi? PT Sariwangi Agricultural Estate Agency (SAEA) pailit setelah sempat tiga tahun berdamai dengan bank pemberi pinjaman yakni PT Bank ICBC Indonesia. Banyak yang mengira Teh Sariwangi akan menghilang. Ya, memang PT Sariwangi Agricultiural Estate Agency tidak lagi menjadi pemegang merek teh Sariwangi, tapi sudah menjadi milik Unilever sejak tahun 1989. PT SAEA kepemilikannya juga sudah beralih sejak 2015, setelah 70 persen sahamnya berpindah dari pendirinya. Lalu apa saja pelajaran yang bisa kita petik agar hal serupa tidak terjadi pada perusahaan kita? Perhitungkan dengan Matang Sebelum Berinvest

Tips Mengelola Karyawan Generasi Milenial

KONSULTAN BISNIS DAN MANAJEMEN EXPERT, +62 813 - 9864 – 6177 Konsultan, Manajemen Konsultan Indonesia, Konsultan Bisnis di Sidoarjo, Konsultan Bisnis di Surabaya, Konsultan Bisnis di Malang, Konsultan Bisnis Jakarta, Bisnis di Jakarta, Konsultan Manajemen Jakarta, Manajemen Bisnis Jakarta, Konsultan Manajemen di Jakarta Generasi milenial. Pasti udah ga asing lagi sama istilah ini. Yup, mereka adalah yang terlahir di antara 80 an hingga 90 an. Bahkan. Merekalah yang saat ini mengisi hampir 75% dunia kerja. Karakternya sangat berbeda dengan pendahulunya. Mereka lebih praktis, kreatif, kritis dan fasih teknologi. Terus bagaimana cara mengatur & mengoptimalkan potensi mereka? Yuk simak tips yang telah konsultan bisnis rangkum berikut ini! Jadilah mentor, bukan bos Jangan harap akan dihormati jika sikap Anda seperti bos yang galak, kaku dan cuma bisa perintah tanpa beri solusi. Mereka tidak segan meninggalkan pekerjaan walaupun gajinya selangit. Bagi me

Rahasia Sukses Butik Shafira

KONSULTAN BISNIS DAN MANAJEMEN EXPERT, +62 813 - 9864 – 6177 Konsultan, Manajemen Konsultan Indonesia, Konsultan Bisnis di Sidoarjo, Konsultan Bisnis di Surabaya, Konsultan Bisnis di Malang, Konsultan Bisnis Jakarta, Bisnis di Jakarta, Konsultan Manajemen Jakarta, Manajemen Bisnis Jakarta, Konsultan Manajemen di Jakarta Siapa sih yang ga tahu Shafira? Butik busana muslim yang sukses mempertahankan eksistensinya di tengah persaingan bisnis fashion era digital ini. Menurut Feny Mustafa, owner Butik Shafira, pengaturan keuangan adalah hal yang krusial untuk kelanjutan suatu usaha. Selain itu ada juga poin penting lain yang perlu diketahui oleh pengusaha baru. Ini dia tipsnya : Tips pertama, jalani bisnis yang disukai. Dengan memilih bisnis sesuai minat, Anda akan enjoy dan bahagia menjalaninya Tips kedua, disiplin dalam mengatur keuangan. Terutama pada awal menjalani bisnis, banyak pedagang yang buru buru memakai seluruh keuntungan untuk keperluan pribadi. Ini akan be

Perlunya Brand Strategy bagi Sebuah Perusahaan

KONSULTAN BISNIS DAN MANAJEMEN EXPERT, +62 813 - 9864 – 6177 Konsultan, Manajemen Konsultan Indonesia, Konsultan Bisnis di Sidoarjo, Konsultan Bisnis di Surabaya, Konsultan Bisnis di Malang, Konsultan Bisnis Jakarta, Bisnis di Jakarta, Konsultan Manajemen Jakarta, Manajemen Bisnis Jakarta, Konsultan Manajemen di Jakarta S ering kita lihat iklan yang muncul terus menerus di tv, dengan slogan yang khas dan diulang ulang. itu adalah bagian dari brand strategy. Tapi sebenarnya brand strategy ga cuma tentang iklan yang ditampilkan berkali-kali, tapi juga tentang menentukan identitas, menentukan target market, meningkatkan kinerja perusahaan dan sebagai penentu arah perusahaan agar tidak keluar dari tujuan utama. B anyak juga perusahaan rokok, B ank dan telekomunikasi yang mengiklankan produknya tanpa identitas, tanpa menjelaskan trademark dari produk tersebut. sehingga konsumen hanya memakai ketika butuh aja atau karena murah aja, tidak ada ciri khas atau sesuat

Strategi Super Indo Membangun Koneksi dengan Konsumen

KONSULTAN BISNIS DAN MANAJEMEN EXPERT, +62 813 - 9864 – 6177 Konsultan, Manajemen Konsultan Indonesia, Konsultan Bisnis di Sidoarjo, Konsultan Bisnis di Surabaya, Konsultan Bisnis di Malang, Konsultan Bisnis Jakarta, Bisnis di Jakarta, Konsultan Manajemen Jakarta, Manajemen Bisnis Jakarta, Konsultan Manajemen di Jakarta Mendengar kata Super Indo, pasti sudah tidak asing lagi, bukan? Yap, betul! Super Indo adalah salah satu supermarket di Indonesia. Sejak tahun 1997, hingga Februari tahun 2014, Super Indo sudah memiliki 118 gerai yang sebagian besar tersebar di kota-kota besar terutama di Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Semarang dan Surabaya. Namun ternyata, Super Indo punya tak-tik untuk menggaet konsumen lama maupun baru, loh. “Salah satu strategi yang diterapkan Super Indo adalah selalu berupaya untuk lebih dekat dengan konsumen, salah satunya melalui program Super Indo Berkebun. Terlebih, kami juga terus-menerus mengomunikasikan upaya berkelanjutan yang dilakukan perusa

Belajar dari Kasus Sempati Air

KONSULTAN BISNIS DAN MANAJEMEN EXPERT, +62 813 - 9864 – 6177 Konsultan, Manajemen Konsultan Indonesia, Konsultan Bisnis di Sidoarjo, Konsultan Bisnis di Surabaya, Konsultan Bisnis di Malang, Konsultan Bisnis Jakarta, Bisnis di Jakarta, Konsultan Manajemen Jakarta, Manajemen Bisnis Jakarta, Konsultan Manajemen di Jakarta Nama  Sempati Air  sempat melejit didunia penerbangan hingga mendapat banyak pujian dari berbagai kalangan. namun, disisi lain merk ini dinilai over promise tetapi under deliver.  P adahal didalam service tidak boleh sekali-kali mengkhianati janji terhadap pelanggan. Sempati Air  pada akhirnya gulung tikar. Kejatuhan perusahaan ini disebabkan oleh banyak faktor, termasuk faktor manajemen. Menurut Yuliana Agung yang menjabat sebagai CEO Center for Customer Satisfaction & Loyalty ini, boleh saja sebuah merek melakukan over promise, tetapi dia mesti benar - benar bisa over deliver. Jika  tidak mampu, maka sebaiknya under promise yang tetap menja

Mengapa Perusahaan Sebesar Yahoo Bisa Gagal?

Generasi 90 an pasti kenal yahoo. Email yang dipakai sejuta umat pada saat itu, dan pemicu munculnya banyak website dot com hingga saat ini. Tapi kenapa ketenaran yahoo bisa menguap begitu cepat? Penyebab utamanya adalah yahoo terlalu fokus pada pelayanan iklan (banner ad) karena memang banyak mendapatkan keuntungan, dan kurang respon terhadap tawaran inovasi. Penyebab selanjutnya adalah kurangnya ruang inovasi bagi para programmer. Karyawan yahoo yang mayoritas programmer hanya menjalankan tugas dari atasan. Penyebab ketiga, krisis identitas. Yahoo saat itu memplokamirkan bahwa ia adalah perusahaan media yang berfokus pada iklan, bukan perusahaan software meski pendiri dan mayoritas karyawannya adalah programmer. Karena ia takut diserang microsoft yang saat itu telah membunuh Netscape. Penyebab keempat adalah karena lebih fokus pada pelayanan iklan, yahoo mengganti karyawan programmer merekrut karyawan lulusan MBA untuk membesarkan perusahaannya. Penyebab kelima, terl

Di Jepang, Toko Kelontong Modern 'Krisis' Tenaga Kerja | Konsultan Bisnis Dan Manajemen

KONSULTAN BISNIS DAN MANAJEMEN EXPERT, +62 813 - 9864 – 6177, Dampak Mengerikan dari Ekstensi Bulu Mata Konsultan, Manajemen Konsultan Indonesia, Konsultan Bisnis di Sidoarjo, Konsultan Bisnis di Surabaya, Konsultan Bisnis di Malang, Konsultan Bisnis Jakarta, Bisnis di Jakarta, Konsultan Manajemen Jakarta, Manajemen Bisnis Jakarta, Konsultan Manajemen di Jakarta Di Jepang, Toko Kelontong Modern 'Krisis' Tenaga Kerja - Krisis tenaga kerja mengusik bisnis toko ritel modern di Jepang. Padahal, waralaba seperti 7-Eleven, Family Mart, dan Lawson, yang beroperasi selama 24 jam berkembang pesat di Negeri Sakura.  Mitoshi Matsumoto, salah satu anggota asosiasi toko serba ada di Jepang mengungkap keterbatasan tenaga kerja memaksa pemilik mengoperasikan sendiri toko mereka. Meski demikian, mereka pun mengaku kewalahan.   baca juga : Lagi Tren Perawatan yang Bikin Kulit Kinclong Seperti Kaca   Karenanya, banyak pemegang merek waralaba membujuk pemilik merek mengi