Selasa, 18 Desember 2018

Harga Bahan Baku Yang Naik Bisa Mempengaruhi Penghasilan, Ini Alasannya | Konsultan Restoran

KONSULTAN RESTORAN



Berjaya, +62 813-9864-6177, Pengaruh Kenaikan Harga Terhadap Masakan



Kenaikan Harga Beras, Kenaikan Harga Ayam Potong, Kenaikan Harga Adalah, Kenaikan Harga di Pasar Tradisional, Kenaikan Indeks Harga, Kenaikan Harga Pokok



Pengaruh Kenaikan Harga Terhadap Masakan - Kalau kita mencermati berita di media akhir-akhir ini, kemungkinan akan membuat kecil hati dan timbul kekawatiran. Akankah hari esok masih lebih baik? Bagaimana jika tidak? Angka inflasi pada Maret 2008 dibanding dengan Maret 2007 (year on year) mencapai 8,17 persen, padahal saat bulan Maret 2007 inflasi tahunan hanya 6,6 persen. Pada bulan Maret 2008 angka inflasi sebesar 0,95 persen, dengan demikian laju inflasi pada tiga bulan pertama tahun ini sudah mencapai 3,41 persen. Didalam komponen index inflasi umum, inflasi bahan pangan sudah mencapai 13,6 persen.




Dari sisi pasar keuangan, gejolak dimulai sejak krisis kredit kepemilikan rumah di Amerika, yang telah membuat rugi puluhan miliar dollar Bank-bank internasional, seperti: Citigroup, UBS, Merril Lynch dan Bear Stearns. Kerugian Bank kelas dunia tersebut telah menyebabkan terjadi pengetatan di pasar keuangan internasional. Inflasi sedang menjadi momok di seluruh dunia karena kenaikan harga minyak bumi dan bahan pangan. Tren diversifikasi di dunia, dari sumber energi minyak bumi ke energi dari bahan pangan, telah menaikkan harga komoditas pangan, seperti: kelapa sawit, jagung dan gandum.

Di sektor riil, meningkatnya inflasi akan menurunkan daya beli masyarakat terutama yang berpenghasilan rendah. Sekitar 60 persen atau bahkan lebih, dari pengeluaran kalangan masyarakat ini akan tersedot untuk belanja makanan. Kenaikan harga makanan yang berada pada kisaran 15-30 persen, akan berdampak pada penurunan kualitas hidup. Bagaimana dengan pengusaha skala kecil dan menengah? Pengusaha yang bergerak di bidang tertentu, seperti hotel, restoran akan terkena dampak langsung, padahal harga jual juga tak mudah untuk dinaikkan karena menurunnya daya beli masyarakat. Hal ini mulai terlihat dari laporan keuangan triwulan 1, kenaikan pendapatan tak dapat menutup kenaikan biaya, sehingga perusahaan mulai merugi. Jika perusahaan masih bertahan, laba operasional merosot drastis. Situasi yang tak menentu juga membuat para pengusaha “wait and see“, menunggu respon pasar.


Apa yang sebaiknya dilakukan oleh para pelaku usaha?


Saya mencoba mengkompilasi pendapat dari berbagai sumber, ditambah dengan hasil pengamatan langsung terhadap sebagian perusahaan tersebut dilapangan, yang dapat disimpulkan seperti di bawah ini:

a. Perusahaan pembiayaan.


Bulan Mei 2008 harga mobil diperkirakan akan naik, karena sejumlah agen tunggal pemegang merk (ATPM) roda empat di Indonesia telah memastikan kenaikan harga jual produknya. Kenaikan harga minyak bumi, diperkirakan meningkatkan biaya produksi komponen kendaraan 40 persen, dan ini mengakibatkan biaya produksi kendaraan meningkat sekitar 15-20 persen. Kenaikan harga mobil akan mempengaruhi usaha pembiayaan. Namun beberapa pengusaha masih optimis, karena pertumbuhan kendaraan bermotor terutama untuk pasar di luar Jawa masih tumbuh. Apabila pembayarannya diangsur, diharapkan kenaikan tak terasa berat. Namun, pada umumnya pengusaha membagi konsentrasi pemasaran, menjadi sebagian besar untuk penjualan kendaraan roda dua, dan hanya sebagian untuk penjualan kendaraan beroda empat. Itupun masih dibagi lagi, penjualan kendaraan baru dan bekas. Ternyata kenaikan harga mobil tak terlalu membuat risau pengusaha, hal ini berbeda dengan kenaikan inflasi, yang dikawatirkan akan meningkatkan BI rate. Saat ini BI rate masih bertahan pada angka 8 persen, tapi jika inflasi merangkak naik terus, bukan tak mungkin BI rate juga akan disesuaikan. Kini perusahaan pembiayaan tengah mengamati perkembangan inflasi dan respon pasar atas penjualan kendaraan selama tiga bulan terakhir.

b. Pengusaha restoran


Pengusaha restoran ada yang memilih untuk tidak mengurangi porsi tetapi menggenjot penjualan, namun ada juga yang memilih mengurangi porsi, atau langsung menaikkan harga jual produk. Hal ini terasa jika kita membeli Pizza yang harganya langsung naik, namun pengusaha tetap yakin dapat terjual walau ada penurunan, karena bisnis makanan Pizza sangat berhubungan dengan gaya hidup. Kenaikan harga terigu dan minyak goreng, akan mempengaruhi harga pokok pengusaha jasa restoran. Dan karena pada umumnya membeli pakai kontrak, maka dampak kenaikan harga terasa pada dua minggu atau sebulan kedepan. Gerai donat, seperti J.Co yang rata-rata bisa menjual 8000-10.000 donat per hari, memilih menggenjot volume penjualan dan melakukan efisiensi.

c. Produsen Kebutuhan kebutuhan pokok


Industri yang memenuhi kebutuhan pokok ini antara lain PT Indofood Sukses Makmur Tbk dan PT Unilever Indonesia Tbk. Lonjakan bahan baku membuat beban operasional Indofood membengkak, oleh karena itu perusahaan melakukan berbagai efisiensi. Salah satu cara, adalah mencari sumber energi yang terdekat dengan lokasi pabrik. ”Misalkan, pabrik mi di daerah Kalimantan, kami memakai energi batubara yang mudah didapat disana,” tutur Franky, Wakil Direktur Utama, sebagaimana dikutip Kontan. Indofood juga menekankan konsep pertumbuhan organik pada seluruh Divisi, artinya seluruh Divisi menanggung seluruh biaya ekspansi dan pertumbuhan masing-masing, serta tidak ada subsidi silang.

Unilever, yang merupakan perusahaan asal negeri Belanda, menjual berbagai produk yang diperlukan orang banyak, seperti: kecap, bumbu-bumbuan, sabun, sampo, sabun cuci pakaian dll. Permasalahan juga terletak pada bahan baku, karena 75 persen bahan baku produk Unilever merupakan bahan-bahan kimia yang harus diimpor. Kurs dollar yang cenderung stabil sangat menguntungkan Unilever.
Unilever, sebagaimana dikutip dari Kontan, saat ini sedang membangun pabrik perawatan kulit, yang diprediksi dapat mendorong peningkatan penjualan.




Segera Hubungi Kami Untuk Mewujudkan Bisnis Yang Anda Inginkan dan Ubah Bisnismu Sekarang Menjadi Lebih Maju dengan Kami! 



Industri yang kami layani :


>>> Retail / Ritel : Segala jenis toko ; Toko Buku, Toko Bangunan, Minimarket, Supermarket, Hypermarket, Toko Buah, Toko Obat / Apotik, Baby Shop, Pet Shop, Toko Roti / Bakery, Dll.


>>> Manufacture / Pabrik : Segala Jenis Pabrik ; Pabrik Makanan & Minuman, Pabrik Plastik, Pabrik Kertas, Dll.


>>> Service : Hotel, Restoran, Printing, Cafe, FnB, F & B, Laundry, Wedding, Fashion Design, Barber Shop, Dll.


>>> Start Up : Segala Jenis Industri.




Konsultan.co


The Future Of..
Indonesia Business Growth


Company Profile : klik disini :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar